Direktur PT Java Trade Utama Diamankan KPK Usai Bersaksi

Surya Perkasa    •    Jumat, 21 Apr 2017 00:47 WIB
korupsi e-ktp
Direktur PT Java Trade Utama Diamankan KPK Usai Bersaksi
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. ANT/ Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya, diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai beri kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakui Johanes dan beberapa saksi dikawal ke gedung KPK.

"Tadi dikasih tahu memang seperti itu," ujar Febri di saat dikonfirmasi, Kamis 20 April 2017.

Namun Febri belum dapat memberikan informasi lebih lanjut seputar alasan pengamanan Johanes dan beberapa saksi tersebut. Febri pun belum bisa menjawab apakah alasan saksi diboyong karena dugaan ada ancaman.

Berdasarkan prosedur yang dimiliki oleh komisi antirasuah, saksi yang memang mendapat ancaman atau intimidasi, akan diberikan perlindungan. 

"KPK tentu akan memberikan perlindungan sepanjang itu memang memenuhi syarat sesuai perlindungan saksi," tegas Febri.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, Johanes dibawa dari gedung Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat. Salah satu Jaksa Penuntut Umum KPK pun terlihat meninggalkan ruang sidang dan tak kembali lagi setelah Johanes memberikan kesaksian.

Johanes sempat terlihat turun dari lantai dua Gedung KPK menuju lobi sekira pukul 19.20 WIB. Tak lama setelahnya salah satu mantan anggota Tim Fatmawati itu tampak kembali naik ke lantai dua.

"Tadi dapat info itu memang, tapi belum dapat konfirmasi dari tim," tutup mantan penggiat anti-korupsi dari Indonesia Corruption Watch ini.

Johanes memang memberikan kesaksian untuk sidang KTP-el dengan tersangka Irman dan Sugiharto. Dia banyak memberikan kesaksian seputar peran Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Salah satu pernyataan dari Johanes juga menyebutkan ada aliran dana ke Senayan. Salah satunya jatah 7 persen dari nilai proyek untuk Setya Novanto, politikus Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Baca Juga: Saksi: Setya Novanto Dijatah 7% Uang Proyek KTP-el


(SCI)