Ahok Disangkakan Pasal 156 dan 156a

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 30 Nov 2016 11:09 WIB
kasus hukum ahok
Ahok Disangkakan Pasal 156 dan 156a
Basuki Tjahaja Purnama berdoa bersama ibu pengajian dari Jakarta Barat di Rumah Lembang. Foto: MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasal yang disangkakan kepada Basuki Tjahaja Purnama tidak ada penambahan setelah diteliti jaksa. Basuki atau biasa disapa Ahok hanya disangka melanggar Pasal 156 dan Pasal 156a.

"Seusai berkas, pasal yang disangkakan adalah 156 dan 156a KUHP," kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Pasal 156 berbunyi:

Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangasaan, atau kedudukan menurut hukum tata negara.
 

Sedangka Pasal 156a berbunyi:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan, a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia, b. Dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.


Noor mengatakan, Ahok tidak dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, karena berdasarkan fakta, ia hanya bisa dikenakan Pasal 156 dan 156a. "Jaksa sudah meyakini bahwa dengan pasal itu sudah meng-cover semua yang ada dalam berita acara perkara," tukas Noor.

Klik: Berkas Lengkap, Kasus Ahok Segera Masuk Pengadilan

Ahok diduga menistakan agama. Saat pidato di depan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September, Ahok mengatakan warga jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51. Pernyataan Ahok itu dalam konteks memilih pemimpin.


(TRK)