Geledah 4 Tempat di Kebumen, KPK Sita Uang Rp185 Juta

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 19 Oct 2016 20:39 WIB
kasus suap di kebumen
Geledah 4 Tempat di Kebumen, KPK Sita Uang Rp185 Juta
Ketua Komisi A DPRD Kabupatern Kebumen Yudhi Tri Hartanto. Foto: MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat tempat di Kebumen, Jawa Tengah terkait kasus dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen. Hasilnya, KPK menyita duit sebanyak Rp185 Juta.
 
Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, penyidik melakukan penggeledahan pada Selasa 18 Oktober 2016. Penggeledahan ini dilakukan di Kantor Pemerintah Kabupaten Kebumen, DPRD Kebumen, serta rumah milik seseorang bernama Baskiun dan rumah milik Dirut PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Group, Hartoyo.
 
Dari penggeledahan yang dilakukan sekira pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB ini, penyidik menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kasus suap ini. "Penyidik menyita beberapa dokumen dan uang," kata Yuyuk di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).
 
Yuyuk menambahkan, uang yang disita penyidik senilai Rp185 juta. Namun, Yuyuk belum dapat memastikan di mana saja uang tersebut didapatkan. Penyidik, kata dia, masih mendalami temuan tersebut. "Saya belum mendapat detailnya dari mana (uangnya disita)," kata Yuyuk.

 

Penyidikan kasus dugaan suap yang telah menjerat dua tersangka ini juga masih dikembangkan. Menurut Yuyuk, penyidik akan menggali segala informasi terkait suap ini di Kebumen. "Masih berlangsung (penggeledahan) hingga Jumat dan memeriksa saksi-saksi di sana," ucap dia.
 
KPK telah menetapkan Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhy Tri Hartanto dan PNS di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, Sigit Widodo sebagai tersangka sejak operasi tangkap tangan, Sabtu 15 Oktober.
 
Keduanya diduga menerima suap terkait ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen. Pada APBD Perubahan 2016, Dinas Pendidikan mendapatkan Rp4,8 miliar untuk pengadaan buku dan alat peraga.
 
Kemudian ada kesepakatan antara tersangka dan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan. Tersangka dijanjikan fee 20 persen dari Rp4,8 miliar bila proyek teralisasi dan disepakati Rp750 juta.
 
KPK mengamankan Rp70 juta dari tangan Yudhi sebagai bagian dari kesepakatan dalam OTT, kemarin. Kemudian, Lembaga Antikorupsi mengendus uang tersebut berasal dari Hartoyo.
 
Keduanya dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.




(FZN)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

12 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA