Masih Penyelidikan, Kejagung Gali Dugaan Korupsi Reklamasi Teluk Lampung

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 20 Oct 2016 04:28 WIB
reklamasi
Masih Penyelidikan, Kejagung Gali Dugaan Korupsi Reklamasi Teluk Lampung
Ilustrasi Kapal pengangkut pasir bersandar di pinggir pulau.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus dugaan korupsi proyek perizinan reklamasi Teluk Lampung masih berjalan. Kejaksaan Agung hingga kini masih menggali fakta terkait adanya dugaan korupsi pada proyek tersebut.

"Saat ini masih penyelidikan. Yang reklamasi kan, saya belum tahu hasil lengkapnya. Nanti saya tahu, setelah Kasubdit telah melapor ke saya," kata  Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Fadil Zumhana di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).

Fadil menegaskan, dirinya kini masih menunggu hasil evaluasi tim penyelidik pidana khusus. Diketahui, untuk menemukan adanya dugaan korupsi reklamasi Teluk Lampung, Kejagung mengirim tim penyelidik ke Lampung untuk meminta keterangan sejumlah pejabat terkait proyek tersebut.

"Hasilnya belum tahu. Itu tim penyelidikan langsung dari kita (Jampidsus), bukan dari sana (Kejati Lampung). Sekarang masih tahap penyelidikan," jelas Fadil.

Lantaran masih dalam tahap penyelidikan, dia enggan mengumbar data apa saja yang telah didapat. Selain itu, menurutnya, hasil penyelidikan belum bisa diutarakan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Sebenarnya tidak boleh disampaikan dulu, nanti berkembang yang tidak-tidak, " pungkasnya

Namun, Fadil memastikan, segala proses hukum yang kini dititi pihaknya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan tidak menyimpang.

Seperti diketahui, sejumlah pihak telah dimintai keterangan terkait adanya dugaan korupsi di perizinan reklamasi Teluk Lampung salah satunya Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. Herman diduga mengetahui seluk beluk perizinan reklamasi Teluk Lampung, lantaran dia diduga telah menandatangani perizinan reklamasi tersebut.

Selain itu, tim penyelidik pun telah meminta keterangan berbagai pihak mulai dari pejabat Pemkot yakni Asisten I Bidang Pemerintahan Dedi Amrullah, Kabag Pemerintahan Syahriwansyah, dan Kepala Bappeda yang merupakan mantan Kadis PU Kota, Ibrahim.


(DEN)