Emirsyah Berharap Kasusnya tak Mengganggu PT Garuda Indonesia

Surya Perkasa    •    Sabtu, 18 Feb 2017 01:07 WIB
suap
Emirsyah Berharap Kasusnya tak Mengganggu PT Garuda Indonesia
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (tengah) berjalan keluar gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (17/2). Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Direktur Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi selama 9 jam terkait dugaan suap yang ia terima dalam pengadaan pesawat Airbus A330-300 oleh PT Garuda pada 2012.

"Ada 17 pertanyaan. Tapi belum begitu mendalam," kata pengacara Emirsyah, Luhut Pangaribuan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat 17 Februari 2017.

Baca: Eks Dirut Garuda Diduga Terlibat Suap Pembelian Pesawat Airbus

Luhut mengatakan, pihaknya akan kooperatif dalam mengungkap kasus ini. Hal ini juga dibenarkan Emirsyah. Emirsyah pun berharap kasus ini tidak mengganggu bisnis Garuda sebagai perusahaan penerbangan nasional.

"Kami harapkan ini tidak menggangu Garuda sendiri," sahut Emirsyah.

Pemeriksaan perdana Emirsyah sebagai tersangka berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Emirsyah meninggalkan Gedung KPK sekitar 18.05 WIB.

Emirsyah diduga telah menerima suap dari Beneficial Owner Connaught Intenational Ltd, Soetikno Soedarjo. Connaught International yang merupakan perusahaan pendamping Rolls Royce di Asia Tenggara.

Emirsyah disuap dalam proses pengadaan pesawat Airbus A330-300 oleh PT Garuda pada 2012. Airbus A330-300 memiliki tiga pilihan tenaga mesin, yaitu Rolls Royce 700, Pratt & Whitney PW 400, atau GE CF6-80E. Namun Emirsyah yang memimpin Garuda Indonesia kala itu lebih memilih pesawat bermesin Rolls Royce Trent 700.

Baca: KPK Gandeng SFO Menyelidiki Dugaan Suap Mantan Dirut Garuda

Anehnya, mesin Trent 700 ini ternyata masuk 'daftar hitam' lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration Safety Alert. Namun, mesin itu tetap digunakan untuk menerbangkan Airbus A330-300.

Emir diduga menerima uang dan barang dari Rolls Royce. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.




(DEN)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

11 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA