Penyerang Mapolsek Penjaringan Ingin Mati Syahid

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 09 Nov 2018 15:35 WIB
penyerangan
Penyerang Mapolsek Penjaringan Ingin Mati Syahid
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Metro TV.

Jakarta: Penyerang Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, R, masih diperiksa intensif. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui R menginginkan mati syahid.  

"Keinginan dia yang kuat itu ingin mati, ingin mati dengan cara apa, kalau bunuh diri masuk neraka. Kalau mati syahid berarti dia harus ditembak petugas, kalau misalnya dia ditembak petugas, dia (menganggap) mati syahid," beber Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 9 November 2018. 

Dedi mengaku pelaku telah mempersiapkan diri menyerang kantor kepolisian sejak lama. Bahkan pelaku sudah menyiapkan golok. 

Tak hanya itu, dalam tiga bulan terakhir pelaku kerap mengikuti kajian dan rajin beribadah. Pelaku juga dinilai keras kepala. 

(Baca juga: Kronologi Penyerangan Mapolsek Penjaringan)

"Mungkin ikhtiar dia, yang bersangkutan tetap berkeinginan kuat untuk mati syahid. Makanya dia melakukan penyerangan terhadap polsek," papar dia. 

Dalam pemeriksaan juga diketahui pelaku tengah frustasi lantaran penyakit getah bening yang sudah diderita selama dua tahun terakhir. "Nanti akan pendalamam, apakah itu mengalami depresi atau tidak," ucap dia. 

R menyerang AKP Irawan di Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 9 November 2018 pukul 01.35 WIB. Akibatnya, Irawan mengalami luka-luka.




(REN)