Mahathir Ucapkan Terima Kasih kepada Polri

Ilham wibowo    •    Sabtu, 07 Jul 2018 10:58 WIB
polripolitik malaysia
Mahathir Ucapkan Terima Kasih kepada Polri
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal - Medcom.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Surat resmi dari Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad telah sampai ke tangan Mabes Polri. Ucapan terima kasih disampaikan Mahathir, terkait penangkapan politikus kontroversial Malaysia dari Partai UMNO, Jamal Yunos.

"Menerima surat terkait keberhasilan Polri dalam upaya penangkapan Jamal Yunos," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal melalui pesan singkatnya, Sabtu, 7 Juli 2018.

Surat PM Malaysia bernomor PPM.100-9/5/3 (35) itu juga ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Mahathir menuliskan ungkapan terima kasih lantaran pihak Indonesia punya andil besar dalam pencarian Jamal yang jadi buronan Polis Diraja Malaysia.

"Yang mulia Bapak Presiden Joko Widodo, saya ucapkan terima kasih atas bantuan Bapak Presiden dan juga pihak Polis Republik Indonesia (Polri), sehingga tertangkapnya orang yang dikehendaki oleh pihak berkuasa Malaysia," tulis Mahathir dalam suratnya.

"Kerja sama ini saya percaya berlandaskan dasar kejiranan yang erat dan semangat saudara serumpun yang telah kita kongsi sebegitu lama," tambahnya.

Mahathir juga mengharapkan kerja sama ini terus berlangsung dengan baik. Tujuan yang dicapai diharapkan memiliki manfaat bagi kedua belah pihak. "Semoga keakraban ini dapat kita capai dalam semua lapangan dan menjadi tauladan kepada rakyat kedua-dua negara," pungkas Mahathir.

Baca: Dicari Polisi, Politikus Malaysia Dikabarkan Kabur ke Indonesia

Sebelumnya, Jamal ditangkap ketika dia sedang mencukur rambut di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada awal pekan ini. Ketua Pemuda UMNO cabang Sungai Besar ini kini bersiap untuk menghadapi tuntutan.

Jamal diketahui menjadi buronan Polisi Diraja Malaysia sejak akhir Mei lalu, atas sejumlah kasus. Salah satunya adalah memecahkan botol-botol alkohol dalam sebuah festival bir di Selangor, tahun lalu.

Baca: Ditangkap di Jakarta, Politikus Buronan Malaysia Dideportasi

Begitu mengetahui bahwa Jamal berhasil ditangkap, Polisi Diraja Malaysia mengirimkan tim dari Kuala Lumpur ke Jakarta untuk mempersiapkan deportasi Jamal.

Jumat, 6 Juli 2018, Jamal tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur sekitar pukul 15.15 sore waktu setempat dan langsung digiring ke Pengadilan Ampang. Dari pengadilan, Jamal dibawa ke rumah tahanan Sungai Buloh karena jaminannya ditolak.

Pencarian Jamal dimulai sejak ia menghilang dari bangsal Rumah Sakit Ampang Putri pada 25 Mei 2018. Ia melarikan diri setelah dinyatakan sebagai terdakwa.

Surat perintah penangkapan Jamal pun dikeluarkan pada 1 Juni dengan tuduhan pelanggaran melarikan diri dan menolak ditahan polisi.

Menurut catatan polisi, Jamal meninggalkan Malaysia secara ilegal sejak 13 Juni. Dikabarkan, ia sempat singgah di Medan untuk beberapa hari.


(YDH)