Suami Dian Sastro Ogah Mengomentari Pemeriksaannya

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 10 Apr 2018 18:19 WIB
emirsyah satar tersangka
Suami Dian Sastro Ogah Mengomentari Pemeriksaannya
Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Maulana Indraguna Sutowo usai diperiksa KPK - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Jakarta: Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Maulana Indraguna Sutowo, ogah berkomentar soal materi pemeriksaannya hari ini. Indra diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan tersangka Emirsyah Satar. 

Kepada awak media, suami artis Dian Sastrowardoyo ini mengaku senang bisa menghadiri pemeriksaan penyidik. Sebab dia punya kesempatan untuk mengklarifikasi ihwal korupsi di perusahaan pelat merah tersebut.

"Saya berterima kasih, saya apresiasi kerja profesionalisme dari KPK," kata Indra usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Selebihnya, Indra menolak menanggapi sejumlah pertanyaan awak media. "Dengan teman-teman KPK saja ya," pungkas dia meninggalkan wartawan.

Ini pemanggilan ulang setelah sebelumnya Indra mangkir. Sebelum memanggil Indraguna, penyidik lebih dulu memanggil ayahnya Adiguna Soetikno Soedarjo dan Dian Muljadi yang merupakan istri dari tersangka Soetikno Soedarjo.

Namun, hanya Dian yang memenuhi panggilan sementara Adiguna kerabat Soetikno Soedarjo mangkir dari pemeriksaan.

(Baca juga: Mantan Istri Bos PT MRA Dicecar 10 Pertanyaan oleh Penyidik)

KPK menetapkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo (SS) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam kasus ini, Emirsyah Satar diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno Soedarjo. Suap diberikan Rolls-Royce terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Diduga, suap yang diterima Emiryah Satar mencapai €1,2 juta dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Tak hanya uang, Emirsyah Satar juga diduga menerima suap berupa barang senilai USD2 juta, yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 16 Januari 2017 silam. Namun, hingga kini keduanya belum ditahan dan masih menghirup udara bebas.

(Baca juga: Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia Sempat Dibahas Jajaran Direksi)




(REN)