KPK Jebloskan Bupati Bandung Barat ke Bui

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 12 Apr 2018 20:25 WIB
kasus suap
KPK Jebloskan Bupati Bandung Barat ke Bui
Bupati Kabupaten Bandung Barat Abu Bakar dengan menggunakan rompi tahanan KPK. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Bupati Bandung Barat Abu Bakar (ABB) akhirnya ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan dilakukan setelah penyidik selesai memeriksa Abu Bakar sebagai tersangka kasus dugaan suap secara intensif.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Abu Bakar ditahan selama 20 hari di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan.

"ABB ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari ke depan," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

Sebelum Abu Bakar, penyidik KPK lebih dulu menahan tiga anak buahnya yakni Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wetti Lembanawati, dan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Adiyoto. Ketiganya berstatus tersangka dan ditahan di Rutan KPK.

Kepada awak media, Abu Bakar yang mengenakan rompi tahanan mengaku dalam kondisi sehat. "Alhamdulillah, sehat," kata Abu Bakar.

Namun, Abu Bakar menolak menjawab saat dikonfirmasi mengenai uang suap yang diterimanya dari sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Bandung Barat. "Sebagai warga negara yang baik, saya jalani saja proses hukum," tandasnya sembari masuk ke mobil tahanan.

KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Abu Bakar sebagai tersangka kasus dugaan suap. Abu Bakar diduga menerima suap dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat, yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Selain Abu Bakar dan Asep Hikayat, KPK juga turut menetapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati serta Kepala Badang Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, Abu Bakar, Weti, dan Adiyoto selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Asep selaku pemberi suap diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



(DRI)