Kementerian BUMN Pastikan Nindya Karya Ikuti Proses Hukum

Kautsar Widya Prabowo    •    Sabtu, 14 Apr 2018 21:00 WIB
kasus korupsi
Kementerian BUMN Pastikan Nindya Karya Ikuti Proses Hukum
Gedung Kementerian BUMN. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan akan mengikuti aturan hukum menyusul penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Pelaksanaan Pembangunan Dermaga Bongkar pada kawasan perdagangan bebas, yang diduga dilakukan oleh tersangka PT Nindya Karya (Persero) bersama-sama dengan PT Tuah Sejati.

Menteri Rini Mariani Soemarno megatakan pihaknya selalu terbuka dengan lembaga antirasuah. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjaga transparansi lingkungan kerja institusi yang ia pimpin.

"Saya menekankan kepada direksi dan kementerian BUMN, kita harus mengikuti aturan hukum. Supaya lebih transparan dan accountable," kata Rini dalam family gathering BUMN, di Sentul, Sabtu, 14 April 2018. 

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kontruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang menjelaskan sebagai perusahaan pelat merah yang menjunjung tinggi good corporate governance (GCG) dan integritas perusahaan, Nindya Karya akan koperatif terhadap penegak hukum dalam menghadapi kasus tersebut. 

"Hal-hal yang diminta oleh aparat penegak hukum terkait permasalahan hukum juga telah dijalankan dengan kooperatif oleh PT Nindya Karya," kata Bambang.

Ia menambahkan manajemen BUMN saat ini selalu menjalankan panduan dan penilaian GCG agar  ertindak fair, profesional dan transparan dalam menjalankan bisnisnya, yang kemudian jadi penilaian oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Score GCG ini masuk dalam key performance indicator (KPI) Direksi BUMN," tutur dia.

Sebelumnya, Pada 15 Oktober 2015, Mahkamah Agung telah memutuskan bahwa Heru Sulaksono (Mantan Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatera Utara dan Aceh) dan jajarannya bersalah dalam kasus Pelaksanaan Pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas yang dibiayai Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2006-2011. Proyek itu dikerjakan secara bersama-sama oleh PT Nindya Karya (Persero) dan PT Tuah Sejati dengan membentuk Kerjasama Operasi yang dinamakan Nindya-Sejati, JO.


(SCI)