Petinggi RS Medika Minta Penjelasan Bimanesh soal Novanto

Faisal Abdalla    •    Senin, 16 Apr 2018 12:59 WIB
korupsi e-ktp
Petinggi RS Medika Minta Penjelasan Bimanesh soal Novanto
Kepala IGD RS Permata Hijau Michael Chia Cahaya memberikan keterangan ketika dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus KTP elektronik Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (23/3/2018). Foto: Antara/Wahtu Pu

Jakarta: Kecelakaan yang dialami terdakwa kasus korupsi KTP berbasis elektronik Setya Novanto 16 November 2017 silam sempat dibicarakan dalam rapat Dewan Direksi (Board of Director) RS Medika Permata Hijau. Hal tersebut bahkan sempat menjadi perhatian petinggi RS Medika di Malaysia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur RS Medika Permata Hijau, dokter Hafil Budianto Abdulgani, saat bersaksi di persidangan perkara merintangi penyidikan korupsi KTP-el dengan terdakwa dokter RS Medika, Bimanesh Sutarjo.

"Setelah Dewan Direktur berkumpul, kemudian ingin memeriksa dokter Bimanesh, seingat saya pembahasan itu 2 Desember 2017," kata Hafil kepada Ketua Majelis Hakim, Syaifuddin Zuhri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Hafil mengatakan kecelakaan Novanto bahkan sampai dibahas dalam rapat direksi hingga tingkat direktur tertinggi, Khairul Syah, yang berada di Malaysia. Dewan direksi menginginkan penjelasan dari Bimanesh terkait kronologi masuknya Novanto ke RS Medika.

Baca juga: Istri Novanto akan Bersaksi di Sidang Bimanesh

Hafil lalu meminta penjelasan Bimanesh secara tertulis. Surat Hafil dibalas seminggu kemudian.

"Yang saya ingat dalam surat itu dokter Bimanesh menyebut mendapat telepon dari dokter Alia, kemudian dokter Michael tidak mau menerima pasien Setya Novanto," ujar Hafil.

Dalam surat itu, Bimanesh juga menjelaskan alasannya mau merawat Novanto, "Bimanesh bilang karena (Novanto) pejabat negara, harus dilayani, kalau tidak bisa dituntut," jelas Hafil.

Baca juga: Sandiwara Dokter Bimanesh dalam Kasus Novanto

Dalam perkara ini dokter Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el karena memanipulasi data medis Novanto untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017 silam.

Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




(MBM)