Menanti Saksi 'Pamungkas' Meringankan Jessica

Arga sumantri    •    Kamis, 22 Sep 2016 09:33 WIB
kematian mirna
Menanti Saksi 'Pamungkas' Meringankan Jessica
Jessica Kumala Wongso. Antara Foto/Rosa P

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin hari ini. Agenda sidang masih mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso.

"Kami menyiapkan tiga sampai empat saksi," kata Yudi Wibowo Sukinto, kuasa hukum Jessica, saat dikonfirmasi, Kamis (22/9/2016).

Yudi tidak menjelaskan identitas dan keilmuan para ahli yang disiapkan untuk sidang ke-24 kasus Mirna.

Menyimak keterangan Yudi pada sidang ke-23, ahli yang dihadirkan hari ini menguasai hukum pidana. "Ahli hukum pidana itu nanti terakhir," kata Yudi.

Hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi tim kuasa hukum menghadirkan 'suara' pembela Jessica. Lima kali persidangan terakhir jadi milik kubu Jessica.

Babak 'suara' pembela Jessica dimulai pada Kamis 5 September. Ketika itu kubu Jessica menghadirkan ahli patologi asal Australia, Beng Beng Ong. Hadirnya Beng Ong di persidangan berujung masalah.

Beng Ong diprotes lantaran menggunakan visa kunjungan, seharusnya ia menggunakan visa izin tinggal terbatas. Imigrasi lalu mendeportasi dan melarang Beng Ong ke Indonesia selama enam bulan.

Sidang ke-23, kubu Jessica menghadirkan ahli dari Australia. Dia adalah Michael Robertson, ahli farmakologi dan toksikologi Universitas Monash Australia.

Di tengah persidangan, jaksa penuntut umum membeberkan berita 'miring' soal Robertson berdasarkan pemberitaan dailymail.co.uk. Robertson diduga terlibat skandal pelanggaran berat pada kasus pembunuhan yang melibatkan mantan kekasih dan anak buahnya 16 tahun lalu.

Robertson tidak membantah itu adalah namanya. Tapi dia tidak bisa memastikan apakah informasi itu benar atau tidak.

Wayan Mirna merengang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Rabu 6 Januari. Kopi itu dipesan oleh Jessica.

Jessica jadi terdakwa tunggal kasus kematian Mirna. Jaksa penuntut umum mendakwa Jessica dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Rekan Mirna di Billyblue College Australia itu terancam hukuman mati.


(TRK)

Video /