Kepatuhan Sri Mulyani Menyerahkan LHKPN Patut Dicontoh

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 22 Sep 2016 18:53 WIB
lhkpn
Kepatuhan Sri Mulyani Menyerahkan LHKPN Patut Dicontoh
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: MI/Bary Fatahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tindakan Ani ini patut dicontoh karena LHKPN diserahkan kurang dari dua bulan sejak dirinya dilantik jadi Menkeu.
 
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, Ani merupakan salah seorang pejabat negara yang patuh dalam menyerahkan LHKPN. "Beliau patuh. Sebelum dua bulan sudah disampaikan," kata Agus di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/9/2016).
 
Agus meminta pejabat negara yang hingga kini belum melaporkan harta kekayaanya segera melaksanakan kewajibannya. "Ya nanti kita follow up (ke menteri-menteri lain)," kata Agus.
 
Ani mengatakan, laporan ini merupakan kewajibannya sebagai pejabat negara setelah dilantik sebagai Menkeu oleh Presiden Joko Widodo, pada 27 Juli 2016. Pejabat negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, wajib melaporkan harta kekayaannya ke KPK paling lambat dua bulan sejak dilantik.

 

"Saya hari ini menjalankan kewajiban sebagai pejabat negara sebagai Menteri Keuangan untuk menyampaikan LHKPN paling lambat dua bulan setelah diangkat. Sebelum dua bulan Alhamadulilah saya sudah menyampaikan LHKPN," kata Ani.
 
Sri mengakui ada perbedaan jumlah harta kekayaan dibanding pelaporan sebelumnya. Sri tidak mengungkap detai kekayaannya yang mengalami perubahan dan berapa jumlah harta kekayaannya saat ini.
 
"Tentu ada perubahan dari sebelumnya sebagai Menkeu sekitar 10 tahun yang lalu, dengan situasi hari ini. Tentu semua perubahan dilaporkan ke KPK. Apakah perubahan dari nilai aset-aset yang dinilai sebelumnya maupun penerimaan gaji yang diterima selama saya bekerja di luar," ujar Ani
 
Sri terakhir kali melaporkan LHKPN pada 21 Mei 2010. Saat itu, dia sebagai Menkeu era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Berdasarkan data LHKPN di laman KPK, Wanita kelahiran Bandar Lampung 54 tahun silam ini tercatat memiliki kekayaan Rp17.290.847.398 dan USD 393.189.




(FZN)

Video /