Neneng Kembalikan Suap Meikarta Rp3 Miliar

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 07 Nov 2018 15:00 WIB
OTT Pejabat Bekasi
Neneng Kembalikan Suap Meikarta Rp3 Miliar
Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin--Antara/Dhemas Reviyanto

Jakarta: Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin mengembalikan uang suap Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Total uang yang diserahkan Neneng sebanyak Rp3 miliar.

"Jumlah itu yang diakui pernah diterima yang bersangkutan terkait perizinan proyek Meikarta," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Tak hanya Neneng, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi juga telah mengembalikan uang senilai USG90 ribu. Uang itu diterima KPK pada pertengahan Oktober 2018 lalu. "Kami hargai sikap koperatif tersebut," ujarnya.

Febri mengultimatum pihak pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Lippo Group bersikap kooperatif. Semua pihak yang diduga mengetahui ihwal suap tidak menyembunyikan informasi apapun kepada penyidik.

"Sikap kooperatif tersebut akan lebih membantu dan meringankan baik bagi perorangan ataupun korporasi," pungkasnya.

Baca: KPK Bidik Korporasi di Suap Meikarta

Sebelumnya, uang senilai USG90 ribu dan Rp513 juta serta dua unit mobil disita tim penyidik saat menangkap tangan pejabat Pemkab Bekasi dan petinggi Lippo Group. Uang dan kendaraan itu diduga berkaitan dengan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Dalam kasus ini, Neneng dan anak buahnya diduga menerima Rp7 miliar secara bertahap dari Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar untuk memuluskan proses pengurusan izin proyek Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Lippo Cikarang, selaku induk usaha PT MSU membutuhkan sejumlah izin dari Pemkab Bekasi untuk pembangunan Meikarta. Pihak Lippo Cikarang telah mengantongi Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) seluas 84,6 hektare.

Izin itu dikeluarkan langsung Bupati Bekasi, lewat surat Keputusan Bupati Nomor 503.2/Kep.468-DPMPTSP/2017. Dalam surat itu tertulis izin untuk pembangunan komersial area apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, hotel, perumahan dan perkantoran.


(YDH)