Saksi Kasus Bupati Malang Mulai Diperiksa

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 12 Oct 2018 10:56 WIB
kasus korupsipenggeledahan
Saksi Kasus Bupati Malang Mulai Diperiksa
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Sebanyak sembilan saksi diperiksa dalam kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Malang Rendra Kresna. Pemeriksaan dilaksanakan setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi sejak Senin, 8 Oktober 2018.

"Penyidik mulai mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi di Polres Malang Kota," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat,12 Oktober 2018.

Saksi yang diperiksa mayoritas merupakan pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Malang. Mereka ialah Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Sampurno; mantan Kepala BLH Tridiyah M; Kasubag Keuangan BLH Dwi July; dan Bendahara BLH, Sophia L. KPK juga memeriksa dua pengawai  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD Thory dan M. Imron, pihak swasta Riki H.; serta Priyatmoko serta Cipto Wiyono‎.

Baca: Bupati Malang Siap Bertanggung Jawab

Febri mengingatkan saksi wajib menghadiri pemanggilan penyidik. Mereka juga harus memberikan keterangan seterang-terangnya.

"Memberikan keterangan secara benar dan seluas-luasnyaa yang diketahui," tegas dia.

Rendra disangkakan melanggar dua pasal sekaligus, suap dan gratifikasi. Dalam kasus suap, Rendra ditetapkan tersangka bersama pihak swasta, Ali Murtopo. Rendra diduga menerima suap Rp3,45 miliar dari Ali Murtopo terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Ttahun Anggaran 2011.

Pada perkara gratifikasi, Rendra diduga Rp3,55 miliar selama menjabat Bupati Malang selama dua periode. Rendra diduga menerima gratifikasi bersama pihak swasta Eryk Armando Talla.

Baca: Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi

Sebagai penerima suap sarana pendidikan, Rendra disangkakan melanggar Pasal‎ 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Ali Murtopo disangkakan melanggar Pasal‎ 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terkait penerimaan gratifikasi, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎


(OJE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA