KPK Ancam Jemput Paksa Sespri Eddy Rumpoko

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 12 Oct 2017 19:14 WIB
ott kpk
KPK Ancam Jemput Paksa Sespri Eddy Rumpoko
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam menjeput paksa Lila Widya selaku sekretaris pribadi Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko. Sebab, Lila sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK.
 
"Karena yang bersangkutan telah dua kali dipanggil dan tidak hadir tanpa memberikan keterangan, sesuai UU penyidik dapat melakukan pemanggilan dengan perintah pada petugas untuk menghadirkan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.
 
Febri mengatakan, pihaknya telah berupaya keras menghadirkan Lila dalam pemeriksaan yang terjadwal pada Kamis 28 September 2017 dan Sabtu 30 September 2017. Pemeriksaan sedianya akan dilakukan di Polres Batu.

Baca: Wali Kota Batu Dijanjikan Fee Rp500 Juta

Oleh sebab itu, lembaga antirasuah meminta Lila kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan di KPK. Febri berharap pada pemeriksaan nanti Lila hadir dan memberikan keterangan kepada penyidik.
 
"Penyidik berharap yang bersangkutan kooperatif dan hadir memenuhi panggilan penyidik," ujar dia.
 
Febri mengungkapkan, selama lima hari penyidik melakukan pemeriksaan maraton di Polres Batu. Dari 25-30 September, total saksi yang diperiksa penyidik berjumlah 20 orang.
 
Salah satunya memeriksa seorang anggota TNI Angkatan Darat Junaedi yang merupakan sopir pribadi Eddy. Menurut Febri, pemeriksaan terhadap Junaedi untuk mendalami kepemilikan mobil Toyota Alphard warna hitam yang disita KPK.
 
"Penyidik mendalami pengetahuan yang bersangkutan terkait mobil Alphard yang diduga milik tersangka," pungkas Febri.
 
KPK sebelumnya menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko serta Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan dan pemilik PT Dailbana Prima Filipus sebagai tersangka suap proyek pengadaan meubelair senilai Rp5,26 miliar di Pemerintah Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Baca: KPK Sita Ratusan Juta Terkait Suap Wali Kota Batu 
 
Eddy Rumpoko menerima fee Rp500 juta dari proyek yang bernilai Rp5,26 miliar tersebut. Uang digunakan buat pelunasan mobil Toyota Alphard miliknya.
 
Atas perbuatannya, Filipus sebagai pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.




(FZN)