Nu'man Abdul Hakim Akui Terlibat Pembahasan Anggaran KTP-el

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 09 Jan 2018 16:09 WIB
korupsi e-ktp
Nu'man Abdul Hakim Akui Terlibat Pembahasan Anggaran KTP-el
Mantan anggota Komisi II DPR RI Nu'man Abdul Hakim - Medcom.id/Juven Martua Sitompul

Jakarta: Mantan anggota Komisi II DPR RI Nu'man Abdul Hakim mengaku ikut terlibat dalam pembahasan anggaran proyek KTP-el. Hal itu disampaikan Nu'man usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo (ASS).

"Saya ceritakan proses ya diajukan oleh pemerintah kemudian juga dibahas normatif dan saya terlibat di situ saja," kata Numan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2017.

Kepada penyidik, Nu'man mengaku lebih banyak menjelaskan soal tugas dan perannya sebagai anggota Banggar di Komisi II. Khususnya terkait pembahasan anggaran megaproyek yang merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

"Saya ditanya peran saya aja, peran saya sebagai anggota Banggar di Komisi II," beber dia.

Dia membantah ikut kecipratan uang bancakan dari proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut. Nu'man justru mempertanyakan pihak-pihak yang menyebut dirinya ikut menikmati uang haram KTP-el.

"Sejak awal diduga saya (menerima) USD37 ribu dan itu kan saya ternyata, saya tanyakan siapa yang ngucap ternyata enggak ada," kata dia.

(Baca juga: Djamal Azis Bantah Terlibat Kasus Korupsi KTP-el)

Nu'man diperiksa bersama dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, anggota DPR dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini, mantan anggota DPR M. Jafar Hafsah, dan Rindoko Dahono Wingit.

Nama Nu'man, Olly, Jazuli, Jafar, dan Rindoko masuk pusaran korupsi KTP-el. Bahkan, dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto mereka disebut ikut menikmati uang panas dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Olly disebut menerima uang sebesar USD1,2, Jazuli, Nu'man, Rindoko masing-masing menerima USD37ribu, dan Jafar sekitar USD100 ribu. Namun, pada beberapa kesempatan mereka membantah menerima uang dari proyek KTP-el, hanya Jafar yang telah mengembalikan uang tersebut ke KPK.


 


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA