Dokter Michael Cahaya Dicecar Kronologis Penanganan Medis Novanto

Arga sumantri    •    Jumat, 12 Jan 2018 02:37 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Dokter Michael Cahaya Dicecar Kronologis Penanganan Medis Novanto
Juru bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa dokter umum RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, Michael Chia Cahaya. KPK menggali kronologis masuknya Setya Novanto ke rumah sakit usai dikecelakaan tunggal, Kamis, 18 November 2017.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ada bebeeapa hal yang dikonfirmasi penyidik. Salah satunya, terkait informasi yang menyebut Novanto tidak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), melainkan langsung dibawa ke ruang rawat inap VIP usai mengalami kecelakaan. 

"Apakah tepat langsung dibawa ke VIP misalnya, tidak ke IGD," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis 11 Januari 2018.

Febri menegaskan, KPK mengantongi bukti kalau usai kecelakaan, Novanto tidak dilakukan penanganan medis di IGD. KPK menyebut Novanto langsung masuk ruang rawat inap VIP yang diduga telah dipesan sebelumnya. 

"Dalam kasus ini, bagaimana kronologis peristiwa sesungguhnya," ungkap Febri. 

Michael Chia Cahaya bungkam usai diperiksa penyidik KPK. Sekitar delapan jam diperiksa lembaga antirasuah, dokter umum RS Medika itu ogah menjelaskan materi pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Informasi yang didapat, Michael Chia merupakan dokter jaga RS Medika Permata Hijau saat Novanto dirujuk usai kecelakaan, Kamis 18 November 2017. Michael Chia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan merintangi proses hukum KTP-elektronik untuk tersangka Fredrich Yunadi.

KPK telah menetapkan mantan Pengacara Novanto, Fredrich Yunadi sebagau tersangka dalam kasus dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-elektronik dengan tersangka Setya Novanto. KPK juga telah menetapkan seorang dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka dalam perkara yang sama. 

Keduanya diduga kuat telah menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Novanto. Akibat perbuatanya, Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka,KPK mencegah keduanya bepergian ke luar negeri per 8 Desember 2017. Selain kedua orang itu, KPK juga mencegah ajudan Novanto AKP Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.


(DRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA