KPK Korek TPPU Rita ke Sejumlah Saksi

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 22 Jan 2018 12:12 WIB
gratifikasi bupati kutai rita widyasari
KPK Korek TPPU Rita ke Sejumlah Saksi
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus dugaan pencucian uang yang menjerat Bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari dari sejumlah pihak. Sejumlah saksi dari pihak swasta pun digarap penyidik.

Saksi itu antara lain Komisaris PT Hanu Mitra Papua Indrustri Lini Fungki Lestari, Komisaris Utama PT Hanu Mitra Papua Industri Juanda Lesmana, dan Danu Wira dari pihak swasta. Tiga orang pemegang saham PT Tanjung Prima, yakni Mining Antony Lesmana, Lauw Gunawan Lesmono, dan Soegwanto, juga dimintai keterangan.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW (Rita Widyasari)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 22 Januari 2018.

Rita Widyasari bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Keduanya diduga mencuci uang dari hasil korupsi dan gratifikasi dalam sejumlah proyek dan perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar senilai Rp436 miliar.

Baca: 15 Saksi Diperiksa Kasus Pencucian Uang Bupati Kukar

Atas perbuatan itu, Rita dan Khairuddin dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP‎. 

Rita bersama Khairudin sebelumnya lebih dulu jadi tersangka atas dugaan penerimaan gratifikasi. Rita juga ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima suap dari Hari Susanto Gun, direktur utama PT Sawit Golden.‎





(OGI)