Penyelundupan 33 Ribu Benih Lobster Digagalkan

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 14 Feb 2018 19:43 WIB
penyelundupan
Penyelundupan 33 Ribu Benih Lobster Digagalkan
Empat tersangka penyelundupan benih lobster. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas

Jakarta: Upaya penyelundupan 33.400 benih lobster menuju Singapura, digagalkan. Empat orang yang diduga bertanggung jawab, ditangkap petugas. 

Kanit I Subdit 4 Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipditer) Bareskrim Polri, Kompol Agung Yudha membeberkan, penangkapan bermula ketika petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, mendapati 12 kotak kargo mencurigakan pada Senin, 6 Februari, sekitar pukul 05.45 WIB.

Setelah dibuka, belasan kotak itu berisi benih lobster yang dikemas dalam kantong. Kotak yang berada di area gudang 510 kargo Bandara Soekarno Hatta rencananya bakal dikirim ke Singapura.

"Setelah dicek, di dalamnya terdapat 33.400 benih lobster," kata Agung di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Februari 2018.

Petugas Bea Cukai lalu melaporkan temuan itu ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta Ditidipter Bareskrim Polri. Bareskrim Polri lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa sertifikat pengiriman 12 kotak tersebut. "Penyelidikan untuk menentukan pihak-pihak yang terlibat dalam pengiriman benih lobster ini," ujarnya. 

Bareskrim Polri lalu memeriksa sejumlah saksi berdasarkan penelusuran sertifikan pengiriman. Hasilnya, empat orang inisial DS, KM, ML dan HT, diduga bertanggung jawab, dan ditetapkan sebagai tersangka. Keempatnya ditangkap di kawasan Cimahi, Jawa Barat, dan Mangga Dua, Jakarta Utara.

"KM, ML dan HT kita tangkap di Hotel Novotel Jakarta Utara pada 13 Februari 2018. Sementara DS kita tangkap pada 11 Februari 2018 di Cimahi," jelas Agung.

Bareskrim juga menyita 33.400 benih lobster yang akan diselundupkan. Selain itu, disita pula dokumen deklarasi keamanan kiriman, airway bill, dokumen weighing slip, dokumen shipper, belasan telepon genggam, kartu telepon selular, modem, serta uang tunai senilai Rp30 juta.

"Barang bukti beserta tersangka akan kita sidik lebih jauh agar terungkap pihak-pihak lain yang mungkin terlibat," ujar dia

Empat tersangka dijerat Pasal 16 juncto Pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 45 tentang Perikanan tahun 2009. Ancaman hukumannya, penjara minimal enam tahun.


(AGA)