Kendala Kejagung Usut Kasus Korupsi Investasi Pertamina

Arga sumantri    •    Sabtu, 10 Feb 2018 04:38 WIB
korupsi migas
Kendala Kejagung Usut Kasus Korupsi Investasi Pertamina
Jaksa Agung HM Prasetyo. (Foto: MI/Mohamad Irfan).

Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mengusut kasus korupsi penyalahgunaan investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia oleh Pertamina pada 2009. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, salah satu kendala menangani kasus ini adalah lokasi kejahatan (locus de licti) yang terjadi di luar negeri. 

"Kendalanya, locus de licti-nya bukan di sini, tapi di Australia," kata Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.

Namun Kejagung bakal menggandeng otoritas Australia guna menuntaskan kasus ini. Sebab, Korps Adhyaksa juga mesti menggali sejumlah hal di Australia. Hal itu membutuhkan kerja sama dengan otoritas negeri kangguru. 

"Karena banyak hal yang perlu kita dalami di sana. Itu bisa kita lakukan kalau kita bisa kerja sama dengan pemerintah Australia," ucap Prasetyo. 

Kasus itu bermula ketika PT Pertamina (Persero) pada 2009 melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd.

Perjanjian jual beli ditandatangani 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau senilai Rp568 miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Namun ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 hanya mampu menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

Dalam kasus ini, Kejaksaan sudah memeriksa dua kali mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan. Kejaksaan juga sudah memerika Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gita Wirjawan. 


(HUS)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA