Firman Wijaya: Harusnya SBY Hormati Peradilan

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 06 Feb 2018 20:37 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Firman Wijaya: Harusnya SBY Hormati Peradilan
Firman Wijaya. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Jakarta: Firman Wijaya, selaku kuasa hukum terdakwa korupsi KTP berbasis elektornik (KTP-el) Setya Novanto, tak masalah dilaporkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri.
 
Menurut Firman, sebagai Presiden ke-6 RI, SBY seharusnya menghormati proses persidangan. Apa lagi, dalam persidangan semua harus terbuka demi kepentingan pembuktian.
 
‎"Ini kan proses tindak pidana korupsi. Seharusnya dapat dihormati oleh semua pihak, jangan diintervensi, jangan diintimidasi. Semuanya kan terbuka di persidangan, tak ada yang ditutupi. Ada keterbukaan dalam pembuktian," kata Firman saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 6 Februari 2018.
 
Firman justru mengaku bingung dengan sikap reaktif SBY atas semua fakta yang muncul dalam persidangan. Padahal, lanjut dia, pertanyaannya kepada saksi Mirwan Amir dalam persidangan merupakan hal yang wajar untuk mencarin keadilan yang subtansial pada kasus KTP-el.
 
"Saya juga bingung kenapa saya dikait-kaitkan dengan Presiden. Dikait-kaitkan dengan kekuatan besar segala. Kan proses pembuktian tindak pidana korupsi ini," ujar Firman.

Baca: SBY Laporkan Pengacara Novanto ke Bareskrim
 
Firman mengungkapkan, perkara korupsi KTP-el sudah menjadi perhatian masyarakat luas. Maka, tidak boleh ada intervensi dan semua pihak harus menghormati semua hal yang muncul dalam persidangan.
 
"Seharusnya semua menghormati proses itu. Masalah KTP-el ini kan menjadi perhatian masyarakat luas, saya rasa tidak ada yang harus ditutup-tutupi," ucap dia.
 
"Kami merasa jangal dakwaan jaksa dengan apa yang dituduhkan kepada Pak Setya Novanto, kemudian kami membuktikan. Klien saya Setya Novanto sedang memperjuangkan keadilan. Kami semua sedang memperjuangkan keadilan, jadi sudahlah tidak perlu ada yang mengintervensi," kata Firman menambahkan.
 
Firman mengatakan tidak akan mengambil langkah apapun terkait pelaporan SBY itu. Dia akan terus menjalankan tugasnya sebagai kuasa hukum Novanto.
 
"Masa saya harus berhenti perjuangkan keadilan. Kami percaya Polri bisa menghormarti lembaga penegak hukum lain yang sedang menjalankan tugasnya. Saya rasa semua harus menghormati proses di pengadilan," kata dia.




(FZN)