KPK Masih 'Bedah' Bukti Kasus Dugaan Suap Eks Dirut Garuda

   •    Rabu, 17 May 2017 07:48 WIB
emirsyah satar tersangka
KPK Masih 'Bedah' Bukti Kasus Dugaan Suap Eks Dirut Garuda
Gedung KPK. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan masih perlu waktu untuk membedah barang bukti  kasus dugaan suap pada pengadaan di PT Garuda Indonesia yang menjerat eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

"Penyidikannya masih jalan, Tim masih dalami dokumen hasil geledah sebelumnya", kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa 16 Mei 2017.

Febri mengakui KPK memerlukan waktu lebih lama dalam menganalisis dokumen tersebut karena membutuhkan ketelitian untuk menemukan indikasi perbuatan yang melanggar hukum.

Sebelumnya, Emir ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan 11 pesawat Airbus A330-300 pada 2012 silam oleh PT Garuda Indonesia.

KPK menetapkan Emirsyah dan beneficial owner Cannaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo, sebagai tersangka. Keduanya tersandung kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat dari Rolls Royce P. L. C pada PT Garuda Indonesia (Persero).

Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno. Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang.

Fulus yang diterima Emirsyah senilai 1,2 juta euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Sedangkan barang yang diterima senilai USD2 juta tersebar di Singapura dan Indonesia.

Emirsyah diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Soetikno sebagai pemberi suap djerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana. (Faisal Abdalla)


(DEN)