Spesifikasi Proyek KTP-el Muncul Sebelum Tim Teknis Dibentuk

Surya Perkasa    •    Senin, 17 Apr 2017 17:51 WIB
korupsi e-ktp
Spesifikasi Proyek KTP-el Muncul Sebelum Tim Teknis Dibentuk
Dua terdakwa kasus korupsi e-KTP Sugiharto (kanan) dan Irman (kiri) menjalani sidang lanjutan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/4/2017). Foto: Antara/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Fakta ada indikasi pengaturan tender proyek Kartu Tanda Penduduk berbasiskan elektronik (KTP-el) kembali terungkap di persidangan. Salah satunya dari kesaksian mantan Ketua Tim Teknis Proyek KTP-el Husni Fahmi.

Husni yang bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku baru menerima surat tugas menjadi ketua tim pada 8 Februari 2011. Dia baru dilantik pada 9 Februari 2011 berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri.

"Berdasarkan SK, tim memiliki lima tugas," kata Husni saat bersaksi dalam persidangan korupsi KTP-el di Pengadilan Tinda Pidana Korupsi, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Di antaranya menyusun bussiness process pendataan hingga penyerahan KTP-el ke masyarakat, penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS), serta spesifikasi KTP-el.

Namun, kejanggalan teknis yang berkaitan dengan KTP-el, termasuk spesifikasi dan HPS, justru sudah diterima Husni dalam bentuk softcopy dari Tri Sampurno. Dokumen itu ia terima sebelum ditunjuk sebagai ketua tim.

"Saya terima file dari Tri Sampurno pada 20 Januari 2011," ungkap Husni.

Jaksa KPK Abdul Basir langsung mengejar pernyataan Husni dengan beragam pertanyaan. Husni pun mencoba menjawab cecaran pertanyaan jaksa dengan suara bergetar.

"Kami merangkum dari Kemendagri. Saya mendapat pesan dari Tri Sampurno kalau mau ada perubahan harus izin dari Subdit SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Pak Garmaya," kata dia.


(MBM)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA