Kematian Johannes Marliem Jangan Ganggu Proses Hukum KPK

Wandi Yusuf    •    Minggu, 13 Aug 2017 09:29 WIB
korupsi e-ktp
Kematian Johannes Marliem Jangan Ganggu Proses Hukum KPK
Anggota DPR RI Komisi III Ahmad Sahroni--MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu saksi kunci kasus KTP Elektronik (KTP-el) atas nama Johannes Marliem ditemukan tewas di Amerika Serikat. Kabar ini sempat menghebohkan lantaran di Indonesia sendiri kasus KTP-el tengah digarap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti diketahui, Johannes merupakan penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek KTP-el dan belum sempat dihadirkan untuk bersaksi di persidangan.

Anggota DPR RI Komisi III Ahmad Sahroni berharap, kabar kematian Johannes tak mengganggu jalannya proses penegakan hukum kasus korupsi KTP-el di KPK.

"Kami ucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Johannes. Kami juga berharap semoga kasus KTP-el yang ditangani KPK tetap tuntas," kata Ahmad Sahroni di Jakarta, Sabtu 12 Agustus 2017.

Baca: KPK Belum Kantongi Alat Bukti Milik Johannes Marliem

Menurut Sahroni, untuk saksi-saksi kasus besar memang sebaiknya diberikan perlindungan khusus oleh lembaga penegak hukum. Langkah demikian dilakukan untuk mencegah agar kejadian yang sama tidak kembali terulang.

"Seharusnya, saksi penting mendapatkan perlindungan khusus. Bukan malah mempublikasikan saksi-saksi tersebut ke mana-mana sehingga nyawanya bisa terancam," ucap Sahroni.



Terkait kematian Johannes, KPK sendiri belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan tewas bunuh diri atau dibunuh. Sebab, terdapat kabar yang menyebutkan terdengar beberapa suara tembakan sesaat sebelum pengusaha itu ditemukan tewas.

‎Disebutkan, penyelidikan tewasnya Johannes Marliem merupakan domain polisi AS. Pihaknya belum dapat memastikan seberapa jauh implikasi tewasnya Johannes dengan penanganan perkara KTP-el.


(YDH)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

5 hours Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA