KPK: Duit Pungli Lebih Baik untuk Kesejahteraan Pegawai

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 17 Oct 2016 12:35 WIB
pungli
KPK: Duit Pungli Lebih Baik untuk Kesejahteraan Pegawai
Komisioner KPK dalam peluncuran Gerakan Pembangunan Integritas Bisnis, Senin 17 Oktober/MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menyarankan perusahaan menghindari memberikan uang pelicin kepada oknum pejabat. Pemberian duit pemulus akan berdampak besar kepada keuangan perusahaan.

"Misal uang dibayar untuk suap, pungli atau biaya siluman lain, lebih bagus untuk kesejahteraan pegawai," tegas Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2016).

Menurut dia, biaya yang diberikan untuk suap dan pungli biasanya masuk dalam komponen biaya perusahaan. Biaya ini ikut menentukan harga produk dan menyebabkan keuntungan perusahaan menjadi kecil. Imbasnya, pajak yang dibayar juga rendah.

Alex juga menekankan, perusahaan harus sadar bila mereka juga bisa melakukan korupsi. Suap yang dilakukan di kalangan swasta juga merupakan korupsi.

"Misalnya, pengusaha ajukan kredit, beri sesuatu, itu korupsi juga," papar dia.

KPK hari ini meluncurkan Gerakan Pembangunan Integritas Bisnis untuk mencegah korupsi di sektor usaha. Tujuannya, menciptakan iklim dunia usaha yang sehat, membangun pratik bisnis yang berintegritas yang akan berdampak positif pada tata kelola pemerintah.

Aksi ini mengkolaborasikan pelaku usaha, instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Mereka mengusung slogan "profit' yang merupakan akronim "profesional dan berintegritas".

Peserta aksi mendeklarasikan diri sadar bila korupsi menjadi hambatan besar pembangunan ekonomi. Mereka sepakat menolak dan memerangi korupsi serta akan menyusun aksi bersama membangun sistem praktik bisnis berintegritas.

 


(OJE)