Berkursi Roda, Sugiharto Didorong ke Mobil Tahanan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 19 Oct 2016 16:10 WIB
korupsi e-ktp
Berkursi Roda, Sugiharto Didorong ke Mobil Tahanan
Sugiharto mengenakan kursi roda usai menjalani pemeriksaan di KPK. Foto: MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Sugiharto, akhirnya dibui. Penahanan ini dilakukan setelah Sugiharto diperiksa untuk ke-11 kali oleh KPK.
 
Sugiharto yang mengenakan kursi roda selesai menjalani pemeriksaan. Dengan mengenakan rompi orange, pejabat pembuat komitmen dalam proyek pengadaan e-KTP ini didorong penyidik masuk ke mobil tahanan. Tersangka kasus yang menelan kerugian negara hingga Rp2 triliun ini akan mendekam di Rutan Guntur.
 
Saat keluar Gedung KPK, Sugiharto enggan menggubris pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Dokter memvonis Sugiharto mengidap banyak penyakit termasuk takso plasma yang menghilangkan memori ingatannya.
 
Pengacara Sugiharto, Susilo Aribowo keberatan dengan penahanan ini. Pasalnya, kliennya sedang sakit. Namun, ia tak bisa berbuat banyak. Apalagi, kliennya menginginkan kasus yang menjeratnya segera selesai.
 
"Secara manusiawi kami keberatan dengan penahanan ini. Tapi pak Sugiharto menginginkan kasus ini cepat selesai. Beliau dengan semangat tinggi tetap menghadiri seluruh panggilan, pemeriksaan yang dilakukan KPK," kata Susilo di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).

 

Susilo mengatakan, dokter dari KPK telah memeriksa kliennya. Mereka juga menanyakan penyakit yang diindap kliennya. Ia berharap kesehatan kliennya diperhatikan.
 
"Mereka dengan segala pemahaman sebagai dokter, ini harapan kami juga, beri perawatan kepada pak Sugiharto selama ditahan," ujarnya
 
Selain Sugiharto, KPK sebelumya sudah menahan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman.
 
Irman dijerat Pasal 2 ayat (2) subsider ayat (3), Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiamana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan 64 ayat (1) KUHP.
 
Sugiharto dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.




(FZN)