LPSK Siap Rehabilitasi Anak Korban Kekerasan

Golda Eksa    •    Jumat, 17 Mar 2017 14:12 WIB
paedofil
LPSK Siap Rehabilitasi Anak Korban Kekerasan
Stop kekerasan pada anak. Foto: Antara/R Rekotomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap merehabilitasi anak korban kekerasan. Sebab, hak-hak anak korban kekerasan seksual harus dipenuhi.
 
"Korban kekerasan seksual salah satu yang diprioritaskan LPSK untuk memberikan perlindungan," kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai melalui keterangan tertulisnya, Jumat 17 Maret 2017.
 
Abdul mengungkapkan, polisi telah mengungkap kasus perkosaan massal dengan korban anak berusia 13 tahun di Samarinda. Bahkan, remaja malang itu sempat disekap selama 2 bulan oleh tersangka.
 
LPSK mengapresiasi Polresta Samarinda yang mencari korban meski tidak ada laporan resmi dari orang tua korban. "Karena seringkali prosedural pelaporan membuat penanganan kepada kondisi korban melambat. Apa yang dilakukan Polresta Samarinda harus kami apresiasi dan semoga ditiru aparat di wilayah lain," ujarnya
 
LPSK juga mengapresiasi terbongkarnya jaringan grup facebook terkait kasus paedofil. Terbongkarnya grup itu diharapkan mempersempit ruang gerak pelaku kekerasan seksual terhadap anak.
 
"Jika melihat isi grup tersebut tentunya mengejutkan kita semua. Betapa nyatanya ancaman kekerasan seksual terhadap anak," ujar Semendawai.
 
Menurutnya, LPSK siap membantu para korban sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan UU Perlindungan Saksi, para korban kekerasan seksual berhak atas rehabilitasi medis, psikologis, hingga psikososial. Rehabilitasi dianggap untuk menghilangkan trauma para korban.
 
"Trauma kekerasan seksual mendalam, sulit dihilangkan. Apalagi jika korbannya anak, tentu perlu penanganan khusus karena," ujarnya.
 
LPSK berharap pelaku kekerasan pada anak dihukum berat. LPSK melihat tren positif pada kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak, seperti kasus JIS dan kasus pencabulan oleh guru ngaji di Sumenep dengan vonis hakim yang cukup berat.
 
"Meski tetap lebih berat trauma korban, namun vonis berat bisa memberikan pesan kepada calon pelaku lain agar tidak melakukan hal yang sama," terang dia.
 
Terkait proses pemberian perlindungan, imbuh dia, pihaknya akan berkordinasi dengan Polresta Samarinda maupun Mabes Polri. LPSK sendiri sudah beberapa kali mendapatkan permohonan perlindungan dari Mabes Polri untuk kasus-kasus yang sedang ditangani.


(FZN)