Mekeng Bantah Dekat dengan Markus Nari

Arga sumantri    •    Kamis, 11 Jan 2018 16:06 WIB
korupsi e-ktp
Mekeng Bantah Dekat dengan Markus Nari
Melchias Marcus Mekeng - ANT/Widodo J Susuf

Jakarta: Politikus Golkar Melchias Marcus Mekeng ogah dikaitkan dengan tersangka korupsi KTP-elektronik (KTP-el) Markus Nari. Ia menyebut tak pernah berhubungan dengan Markus Nari terkait proyek KTP-el.  

"Enggak, saya kan enggak satu komisi sama dia (Markus Nari)," kata Marcus usai diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Walaupun satu partai, Marcus mengaku tak begitu dekat dengan Markus Nari. "Partai kan urusan masing-masing," ujar dia. 

Marcus hari ini diperiksa penyidik KPK. Dia mengaku dicecar terkait tugas dan tanggung jawab dirinya sebagai Ketua Badan Anggaran DPR saat proyek KTP-el bergulir. Ia memastikan tidak ada perbedaan materi pertanyaan signifikan dari pemeriksaan sebelumnya. 

"Enggak ada yang spesial pemeriksaan hari ini," ucap dia. 

Namun, Marcus bergeming saat ditanya terkait dugaan menerima aliran duit korupsi KTP-el. Ia memilih menerobos kerumunan pewarta dan bergegas menuju mobilnya.

KPK kembali memeriksa Marcus sebagai saksi untuk tersangka korupsi KTP-elektronik, Markus Nari. Ini bukan pemeriksaan perdana bagi Marcus. 

(Baca juga: Markus Nari Tersangka Baru Korupsi KTP-el)

Dalam kasus korupsi megaproyek KTP-elektronik, Marcus juga pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, maupun Setya Novanto.

Nama Marcus Mekeng mencuat dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Di surat dakwaan, Mekeng disebut menerima uang panas KTP-el USD1,4 juta. Uang diterima dari Andi Narogong dalam kapasitasnya sebagai ketua Badan Anggaran DPR di masa itu.

KPK baru menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi KTP-elektronik. Di antaranya, Setya Novanto, Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Markus Nari dan, Politikus Hanura Miryam S. Haryani.

Diketahui, Markus Nari diduga ikut terlibat dalam korupsi proyek pengadaan KTP-el 2011-2012 di Kementerian Dalam Negeri. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Dalam kasus korupsi, dia diduga berperan dalam memuluskan proses pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Hal ini terungkap dalam persidangan dan proses pembuktian terhadap Irman dan Sugiharto.

Markus juga dijadikan tersangka dalam perkara menghalangi proses hukum dalam kasus dugaan korupsi KTP-el. Dia disangkakan sebagai orang yang memengaruhi politikus Hanura Miryam S. Haryani (MSH) untuk memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan KTP-el.

(Baca juga: Markus Nari Memengaruhi Miryam Sebelum Sidang)

 


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA