Pemohon Paspor Fiktif Sengaja Ganggu Sistem Antrean Online

Faisal Abdalla    •    Selasa, 09 Jan 2018 13:30 WIB
paspor
Pemohon Paspor Fiktif Sengaja Ganggu Sistem Antrean <i>Online</i>
Ilustrasi pelayanan pembuatan paspor/ANT/Raisan Al Farisi

Jakarta: Tim Intelijen Ditjen Imigrasi menemukan lebih dari 200 akun memasukkan permohonan paspor fiktif. Bahkan, satu akun memasukkan 4 ribu permohonan. Hingga saat ini, total permohonan fiktif mencapai 72 ribu.

"Kita klasifikasi jadi tiga bagian. Ada yang lakukan permohonan fiktif satu akun 50-100 kali. Ada yang 100-1.000 kali. Ada yang 1.000-4.000 kali," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno kepada Medcom.id, Selasa, 9 Januari 2018.

Modus itu dilakukan agar masyarakat lain tak mendapat nomor antrean pendaftaran online. Oknum yang memasukkan permohonan fiktif sengaja mengganggu sistem antrean online.

Agung mengatakan saat ini pihaknya sudah mengantongi akun-akun mana saja yang terindikasi melakukan permohonan fiktif. Akun-akun yang sudah terdata otomatis diblokir sistem.

"Sejak Januari, tim dari fisik telah melakukan pembersihan terhadap akun-akun sampah tadi. Dari 72 ribu permohonan fiktif, sudah dibersihkan 32 ribu sampai minggu lalu. Akun sampah tadi sudah diblacklist, artinya ketika muncul lagi akan otomatis diblokir oleh sistem dan tak bisa bertransaksi," beber Agung.


(OJE)