KPK Periksa Lima Tersangka Suap Transmart

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 11 Oct 2017 13:55 WIB
suap walikota cilegon
KPK Periksa Lima Tersangka Suap Transmart
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa lima tersangka kasus dugaan suap proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Transmart di Cilegon.
 
Mereka yang diperiksa penyidik adalah Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi, Kepala BPTPM Cilegon Ahmad Dita Prawira, Projek Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinata Utama, Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro, serta pihak swasta bernama Hendry.

Baca: KPK Menyelisik Peran Petinggi Transmart

"Kelimanya akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan perizinan pembangunan Mall Transmart di Cilegon," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.
 
Selain para tersangka, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi lain yakni Manager Pengawasan PT KIEC Sugeng Rahardjo, Manager Service and Precurement Handi Harivan, Kasir PT Brantas Abipraya Poniran, Manager Bussines and Land Development PT KIEC M Hasyim, dan SHE PT KIEC Rizal Amir.
 
Kelima orang itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon‎ (PT KIEC) Tubagus Donny Sugihmukti. "Kelima orang itu diperiksa untuk tersangka (TDS)," pungkas Febri.
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan kawasan industri di wilayah Cilegon. Selain Iman, KPK juga ikut menetapkan lima tersangka lain yakni Kepala BPTPM Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira; Hendry selaku pihak swasta; Dirut PT KIEC Tubagus Donny Sugihmukti.
 
Kemudian, Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro dan terakhir Project Manager PT BA Bayu Dwinanto Utomo. Lima di antaranya terjaring OTT KPK pada Jumat 22 September hingga Sabtu 23 September 2017 dini hari, hanya Dony yang lolos.
 
Dalam kasus ini, Iman diduga kuat menerima suap Rp1,5 miliar untuk memuluskan proses perizinan Amdal Transmart yang akan dibangun di Lapangan Sumampir, Jalan Yasin Beji, Kebon Dalem, Kota Cilegon. Transaksi suap kali ini menggunakan modus baru.

Baca: KPK Diminta Telusuri Dugaan Keterlibatan Transmart

PT KIEC dan PT BA memberikan uang suap ke Iman melalui dana CSR pada Cilegon United Football Club. Saat penangkapan, penyidik menyita uang tunai Rp1,125 miliar dari perjanjian Rp1,5 miliar.
 
Akibat perbuatannya, Iman dan Ahmad Dita sebagai pihak penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Sementara, Hendry, Tubagus Donny, Eka Wandoro dan Bayu Dwinanto sebagai pihak pemberi dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(FZN)