Polri Bakal Awasi Pembangunan Proyek Infrastruktur

Faisal Abdalla    •    Selasa, 13 Mar 2018 07:27 WIB
Kecelakaan Infrastruktur
Polri Bakal Awasi Pembangunan Proyek Infrastruktur
Kepala Biro Penerangan, Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Mochammad Iqbal--Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk mengawasi pembangunan proyek infrastruktur di Tanah Air. Kapolri tak ingin ada pelanggaran dalam proses tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan, Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Mochammad Iqbal. Iqbal mengatakan instruksi Kapolri tersebut untuk mengantisipasi terulangnya kecelakaan kerja di proyek-proyek infrastruktur nasional.

"Pak Kapolri sudah memerintahkan seluruh jajaran baik Mabes, dan seluruh Polda untuk koordinasi dengan KemenPUPR. Bukan hanya koordinasi, kami akan tampil disitu untuk melakukan proses penjagaan, pelayanan, dan membantu quality control," kata Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo,  Jakarta Selatan, Selasa, 13 Maret 2018.

Baca: Runtuh Beruntun Proyek Infrastruktur

 
Iqbal mengatakan Ditpamobvit (Direktorat Pengamanan Objek Vital) Polri sudah diterjunkan pada proyek-proyek infrastruktur di seluruh Nusantara. Kepolisian siap mengawal proyek-proyek tersebut.

"Makanya kita koordinasikan Polda dan Polres untuk terlibat dalam proses pembangunan. Bukan teknisnya, tapi setidaknya pihak Kepolisian diberitahu, kapan misalnya pasang tiang pancang, kapan ngecor, kapan rangkai besi, kami akan turun ke sana. Setidaknya kami akan layani kalau misalnya ada lalu lintas yang terganggu akibat proyek tersebut," ungkapnya.



Menurut Iqbal saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti sejumlah kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur nasional. Seperti ambruknya underpass di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan ambruknya bekisting pierhead Jalan Tol Becakayu.

Polisi belum menemukan adanya indikasi sabotase dalam kasus ambruknya underpass di area Bandara Soetta.

"Sedang berproses. Sampai sekarang kan belum ada tersangka. Kami masih melakukan pengumpulan bukti," ujarnya. 


(YDH)