Buku Pelaut Hanya Sebagian Kecil Kasus Pungli di Kemenhub

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 15 Oct 2016 21:51 WIB
pungli
<i>Buku Pelaut Hanya Sebagian Kecil Kasus Pungli di Kemenhub</i>
Barang bukti dalam kasus operasi tangkap tangan di Kementerian Perhubungan. MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Praktik pungutan liar (pungli) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bukan hal baru. Terungkapnya kasus pungli pengurusan buku pelaut hanya sebagian kecil dari praktik pungli yang ada di Kemenhub.

"Pungli di perhubungan luar biasa, buku pelaut itu hanya soal kecil," ujar Director The National Maritim Institute Siswanto Rusdi dalam diskusi dengan topik 'Pungli, Retorika dan Realitas' di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10/2016).

Rusdi mengaku kaget operasi tangkap tangan dalam kasus pungli di Kemenhub baru terjadi sekarang. Sebab, pungli di Kemenhub kerap terjadi dari tahun ke tahun.


Pelabuhan Tanjung Priok. MI/Panca Syurkani.

Ia menilai, pengungkapan kasus pungli di Kementerian Perhubungan tak perlu membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian 'turun gunung'. Kata dia, ada banyak praktek pungli yang bisa dijumpai, seperti Pelabuhan Tanjung Priok.

"Tidak usah Kapolri, Kapolres juga sudah bisa (mengungkap pungli di Kemenhub), datang saja ke Pelabuhan Tanjung Priok," kata dia.

11 Oktober, Kepolisian menangkap tangan tiga pegawai negeri sipil dari Kementerian Perhubungan yang diduga melakukan pungli. Tiga PNS itu, yakni ES ditangkap di lantai 1, MZ ditangkap di lantai 12, dan AR dibekuk di lantai 6. Dari MZ, polisi menyita uang diduga hasil pungutan liar sebanyak Rp60 juta.


(DRI)