Kontraktor RS Univ Udayana Didakwa Rugikan Negara Rp25 Miliar

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 11 Oct 2018 15:45 WIB
kasus korupsi
Kontraktor RS Univ Udayana Didakwa Rugikan Negara Rp25 Miliar
Ilustrasi suap - Medcom.id.

Jakarta: PT Nusa Konstruksi Enjiniring (PT NKE) didakwa merugikan negara sekira Rp25 miliar. Ini terkait pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, Tahun Anggaran 2009-2010.

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut,"‎ kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, Lie Putra Setiawan, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

PT NKE, sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah Konstruksi (PT DGIK), didakwa melakukan korupsi bersama-sama dengan mantan Direktur Utama PT NKE Dudung Purwadi. Kemudian, eks anggota DPR Muhammad Nazarudin dan eks Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana Made Meregawa. 

Mereka diduga sengaja membuat kesepakatan untuk memenangkan PT NKE dalam lelang proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana. Perbuatan tersebut menguntungkan PT NKE sejumlah Rp25 miliar dan memperkaya Nazarudin beserta perusahaannya yakni PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara, dan Grup Permai senilai Rp10 miliar.

(Baca juga: Serahkan Rp15 M, Indikasi Korupsi PT DGI Menguat)

‎PT NKE memenangi dua proyek lelang pada 2009-2010. Pertama, pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, senilai Rp46 miliar.

PT NKE sudah menerima pembayaran 100 persen ‎dengan jumlah Rp41 miliar dan menyatakan pengerjaan proyek tersebut telah selesai pada 30 Desember 2009. Padahal, menurut ahli pemeriksaan ITB, pekerjaan baru terealisasi 67,3 persen, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp7 miliar.

Proyek kedua, yakni lanjutan pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, dengan nilai total kontrak proyek sebesar Rp‎91 miliar. Dari proyek itu, PT NKE sudah menerima pembayaran 100 persen ‎dengan jumlah Rp81 miliar.

Pengerjaan proyek kedua disebut telah selesai pada 24 Juni 2011. Namun, ahli pemeriksaan ITB menilai pekerjaan baru terealisasi 57,4 persen. Alhasil, negara mengalami kerugian sekira Rp18 miliar.

Atas perbuatannya, PT NKE disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Baca juga: Kasus RS Unair Seret Manajer PT Nusa Konstruksi Enjiniring)
 


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA