Permohonan JC Eni Saragih Dipertimbangkan

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 07 Nov 2018 10:08 WIB
ott kpkKorupsi PLTU Riau-1
Permohonan JC Eni Saragih Dipertimbangkan
Eks Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan permohonan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih sebagai justice collaborator (JC). Eni dianggap tak menyulitkan penyidik dalam pemeriksaan.

"Kami akan mempertimbangkan sikap koperatif sebagai alasan yang meringankan. Sekaligus terkait permohonan JC yang diajukan tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu, 7 November 2018.

Eni telah mengembalikan uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-I Rp3,35 miliar. Pengembalian uang dilakukan Eni bertahap.

Baca: Eni Saragih Dijanjikan Rp22 Miliar dari Proyek PLTU Riau-1

Namun, Lembaga Antirasuah masih menunggu konsistensi Eni mengungkap kasus suap PLTU Riua-I. Khususnya, membongkar nama-nama yang ikut terlibat dalam skandal suap itu.

"Tentu KPK tetap akan melihat sejauh mana tersangka secara konsisten mengakui perbuatannya dan membuka peran pihak lain seluas-luasnya," tegas Febri.

Febri memerinci, Eni telah mengakui penerimaan fee proyek. Eni juga mengakui adanya pertemuan dan peran pihak-pihak lain baik yang sudah menjadi tersangka maupun saksi dalam kasus ini, seperti dari unsur politikus hingga BUMN. Penyidik, terang Febri, masih memfinaliasi berkas perkara Eni.

"Keterangan-keterangan tersebut akan dibuka lengkap di persidangan bersama bukti-bukti lain," ucap dia.

Baca: Eni Kembalikan Uang Suap PLTU Riau-I Rp1,3 Miliar

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu ialah bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, eks Wakil Ketua Komisi VII EniMaulani Saragih, serta eks Menteri Sosial Idrus Marham.




(OJE)