Polri Pakai Pendeteksi Wajah Buru Napi Kabur di Sulteng

Sunnaholomi Halakrispen    •    Rabu, 10 Oct 2018 04:42 WIB
gempatsunamiGempa Donggala
Polri Pakai Pendeteksi Wajah Buru Napi Kabur di Sulteng
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Jakarta: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan pihaknya bakal menggunakan teknologi canggih untuk memburu narapidana (napi) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang kabur saat gempa dan tsunami menerjang Palu dan Donggala. Polri akan menggunakan sistem pendeteksi wajah (facial recognition).

"Sekarang kita punya teknologi yang cukup canggih. Dengan melihat fotonya di muka ini, kita juga sudah tahu, pakai facial recognition," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Oktober 2018.

Selain sistem pendeteksi wajah, kepolisian juga mengandalkan data sidik jari dan ciri-ciri khusus. Kedua data tersebut sudah masuk dalam sistem kepolisian saat para napi masuk lapas.

Baca juga: 68 Napi yang Menyerahkan Diri Ditempatkan di Tenda

Namun demikian, Setyo berharap data personal napi yang kabur itu tak tersapu saat bencana datang. "Semoga bisa cepat lah dan tidak keluar dari Sulteng. Khawatirnya dia ikut ngungsi-ngungsi, kan kita enggak tahu nih," imbuh dia.

Saat ini Polri masih berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) soal tahanan yang kabur dari enam lapas dan rutan yang ada di Sulteng. "Saya enggak tahu datanya masih ada atau enggak, mungkin kesapu dengan tsunami juga. Tapi yang ada datanya, kita akan lakukan pengejaran," tegasnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham hingga Senin, 8 Oktober 2018, sebanyak 364 napi telah menyerahkan diri. Sementara sebanyak 1.096 napi masih kabur.




(HUS)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA