Penjelasan KPK soal 'OTT Recehan'

Husen Miftahudin    •    Selasa, 12 Sep 2017 18:35 WIB
ott kpk
Penjelasan KPK soal 'OTT Recehan'
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief/MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarief tergelitik soal istilah operasi tangkat tangan '(OTT) recehan'. Setiap OTT yang dilakukan lembaga antirasywah itu selalu mempertimbangkan besarnya kasus hingga kerugian negara yang ditimbulkan.

"Terus terang, ini agak mengganggu perasaan saya juga sebagai salah satu komisioner. Saya ingin sampaikan, menurut pengalaman KPK, tidak pernah OTT itu penyerahan pertama. Selalu ada yang mendahului dari setiap itu (bukti tangkap tangan)," ujar Laode di sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 12 September 2017.

Besarnya sebuah kasus tak bisa hanya dinilai dari OTT. Laode mencontohkan pada kasus suap di Bengkulu yang besarannya tak seberapa, namun kerugian negara yang ditimbulkan cukup besar.

"Kasus Bengkulu itu ternyata sudah dalam dokumen anggaran pengadaan, itu sudah ditulis 10 persen (dari anggaran pengadaan). Jadi mungkin kelihatannya cuma Rp40 juta, tapi kita sebenarnya menyelamatkan 10 persen anggaran," beber Laode.

Serupa pula kasus suap pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, yang menjerat Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono. Nilai OTT awalnya tak seberapa. Setelah digali lebih dalam, KPK akhirnya mendapati jumlah suap fantastis.

"Juga OTT seperti Hubla yang kami bisa dapat Rp18 miliar satu kali ambil plus Rp2 miliar sehingga ada Rp21 miliar lebih," papar Laode.

"Ada laporan dari jaksa yang ikut OTT malam itu, dia bilang masih banyak uang di kamarnya. Saya bilang, ini sudah 33 ransel? Capek pak. Karena berhambur-hambur, ada Rp500 ribu, Rp100 ribu, terhambur-hambur," ujar Laode.


(OJE)

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

23 minutes Ago

PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang perdana gugatan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto pa…

BERITA LAINNYA