KPK Butuh Persiapan Matang untuk Hadapi Praperadilan Novanto

Husen Miftahudin    •    Selasa, 12 Sep 2017 15:47 WIB
setya novanto
KPK Butuh Persiapan Matang untuk Hadapi Praperadilan Novanto
Gedung KPK. Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan Ketua DPR Setya Novanto hingga pekan depan. Sidang ditunda lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhalangan hadir.
 
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, pihaknya masih membutuhkan persiapan lebih matang untuk menghadapi praperadilan. Tim biro hukum KPK tengah melengkapi berkas-berkas administrasi.

Baca: KPK Beberkan Peran Setya Novanto dalam Kasus KTP-el

"Tim biro hukum KPK meminta untuk ditunda sampai minggu depan hingga dua minggu karena kami butuh menyiapkan beberapa hal," ujar Laode di sela rapat dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 12 September 2017.
 
Wakil Ketua KPK lainnya Saut Situmorang menjawab diplomatis saat dimintai konfirmasi soal penundaan sidang praperadilan Novanto. "Jadi itu bisa strategi bisa juga enggak," kata Saut.
 
Seperti diketahui, Novanto resmi mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan. Gugatan tersebut terdaftar dalam Nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel.
 
Novanto disebut sebagai salah satu otak di balik proyek KTP elektronik senilai Rp5,9 triliun. Dia bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga berperan dalam melobi para koleganya di Parlemen.

Baca: KPK Optimistis Gugatan Praperadilan Setya Novanto Ditolak 

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum terhadap Andi Narogong, Novanto disebut sebagai kunci anggaran di DPR. Dia juga tak segan-segan menyampaikan dukungannya terhadap proyek kartu identitas berbasis nomor induk kependudukan (NIK) itu.
 
Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 17 Juli 2017 dengan sangkaan Pasal 2 ayat (1) atas Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP karena diduga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp2,3 triliun dari total nilai proyek sebesar Rp5,9 triliun.




(FZN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA