KPK Geledah Dua Perusahaan Penyedia Alkes di Semarang

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 11 Sep 2017 22:27 WIB
ott kpk
KPK Geledah Dua Perusahaan Penyedia Alkes di Semarang
Ilustrasi--Polisi bersejata mengawal penggeledahan di ruang kerja Budi Supriyanto di gedung DPR, Jakarta, Jumat 15 Januari 2016. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua kota di Jawa Tengah, yakni Tegal dan Semarang. Sejumlah lokasi ini digeledah berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati mengungkapkan, di Semarang ada dua tempat yang digeledah yakni PT Samudra Medika Jaya dan PT Romora Jaya Pratama. Sedangkan di Tegal, tim menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Di Tegal tim menggeledah satu kantor Dinas PUPR, dan di Semarang dua Perusahaan yakni, PT SMJ dan PT RJP," kata Yuyuk di gedung KPK, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Dari penggeledahan itu, tim mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan kontrak proyek Wali Kota Tegal dan dokumen perusahaan rekanan. Dokumen itu diamankan untuk dijadikan alat bukti dalam persidangan.

"Tim mengamankan ‎dokumen adalah terkait kontrak proyek, dan dokumen yang merupakan rekanan Dinas PUPR," pungkas Yuyuk.

KPK resmi menetapkan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dan mantan Politikus Partai NasDem, Amir Mirza Hutagalung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah. Keduanya terjerat dalam tiga kasus dugaan korupsi.

Tiga kasus korupsi itu antara lain dugaan setoran bulanan dari Kepala Dinas (Kadis) dan rekanan proyek di lingkungan Pemkot Tegal. Kemudian, kasus dugaan korupsi penerimaan fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal.

Terakhir ‎kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah Tegal. Dalam kasus ini, KPK ikut menetapkan Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriyanto sebagai tersangka.

Diduga kuat, dalam jangka waktu delapan bulan Siti Masitha dan Amir Mirza telah menerima total uang korupsi sebesar Rp5,1 Miliar dari kasus tiga rasuah tersebut. Uang rencananya akan digunakan untuk pembiayaan pemenangan pasangan Siti Masitha-Amir Mirza di Pilkada 2018.



(DHI)

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

22 minutes Ago

PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang perdana gugatan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto pa…

BERITA LAINNYA