Rizieq Shihab tak Perlu Takut

Dheri Agriesta    •    Kamis, 18 May 2017 15:42 WIB
pornografi
Rizieq Shihab tak Perlu Takut
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. Foto: Antara Foto/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Hamka Haq menilai, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tak perlu khawatir pulang jika merasa benar. Dia perlu memberikan keterangan kepada polisi.

"Kenapa takut menjadi saksi? Ini baru tahap saksi belum tersangka," kata Hamka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Mei 2017.

Hamka menyesalkan sikap Rizieq yang tak kooperatif. Sebagai warga negara Indonesia dan pentolan sebuah komunitas, Rizieq seharusnya memberikan contoh yang baik.

Dia menilai, aparat penegak hukum harus bergerak untuk mencari keberadaan pentolan aksi bela Islam itu. Jika perlu, Rizieq bisa dipaksa pulang ke Indonesia untuk menjalani rangkaian proses hukum yang sedang bergulir.

"Kan negara bisa memaksa pulang, daripada dipaksa pulang, mending pulang sendiri," tambah Hamka.

Rizieq Shihab mangkir dalam dua panggilan awal yang dilayangkan Polda Metro Jaya atas kasus dugaan pornografi. Saat itu, Rizieq mengaku berada di Mekah untuk menjalankan ibadah umrah bersama keluarga.

Selesai umrah, pentolan aksi bela Islam itu pulang. Namun, Rizieq hanya mendarat di Malaysia. Rizieq emoh menginjakkan kaki ke Tanah Air karena menilai kasus hukum yang menyeretnya rekayasa.

Baca: Polri tak Memusingkan Rencana Rizieq Minta Bantuan PBB

Beberapa waktu di Malaysia, Rizieq kembali terbang ke Arab Saudi. Kabar terakhir, Rizieq diketahui berada di Jeddah.

Ketua Tim Advokasi FPI Sugito Atmo Prawiro kukuh Rizieq tak bersalah. Ia bersama tim hukum akan menyiapkan upaya hukum jika Rizieq ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Firza Husein Menenangkan Diri

Sementara itu, Polda Metro Jaya menetapkan Firza Husein sebagai tersangka atas kasus dugaan percakapan berkonten pornografi. Lawan bicara Firza dalam percakapan itu diduga kuat Rizieq Shihab.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa intensif Firza sekitar 12 jam pada Selasa 18 Mei 2017. "Alat bukti dinyatakan cukup," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa malam 16 Mei 2017.


(OGI)