KY Percaya MA Independen Hadapi Serbuan PK Napi Korupsi

Damar Iradat    •    Sabtu, 14 Jul 2018 10:02 WIB
mahkamah agung
KY Percaya MA Independen Hadapi Serbuan PK Napi Korupsi
Juru bicara KY Farid Wadji--MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Komisi Yudisial (KY) percaya Mahkamah Agung (MA) tidak mudah untuk diintervensi. Kendati MA tengah menghadapi serbuan Peninjauan Kembali (PK) dari narapidana korupsi.

Juru Bicara KY Farid Wajdi mengatakan, PK merupakan hak setiap warga negara. Sementara, MA juga wajib memeriksa dan mengadili pengajuan PK yang masuk. "KY percaya MA sebagai lembaga independen tidak akan mudah diintervensi oleh siapapun," ungkap Farid lewat keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Juli 2018.

KY percaya, hakim yang akan memeriksa dan mengadili PK tersebut juga akan independen dan imparsial. Sehingga KY meyakini, tidak ada hubungannya antara maraknya terpidana korupsi yang mengajukan PK ke MA dengan anggapan melemahnya MA.



Serbuan PK terpidana korupsi muncul selepas Hakim Agung Artidjo Alkostar pensiun. Farid melihat, para terpidana korupsi itu kemungkinan telah menunggu momentum itu.  

Kendati demikian, KY tak ingin berasumsi dengan banyaknya PK, dan tidak adanya Artidjo, berarti MA akan memutus para terpidana korupsi dengan hukuman lebih ringan atau bahkan bebas. Publik, lanjut Farid,  diminta tak hanya fokus pada berat atau ringannya vonis pada tindak pidana korupsi.

"Publik juga harus melihat bagaimana pertimbangan hukum dan kualitas putusan perkara korupsi menjadi lebih baik. Sebab jika hanya bergantung pada besaran vonis, maka ke depan akan sangat lemah untuk dipatahkan. Apalagi besaran vonis juga telah ditetapkan pada undang-undang," tuturnya.

Sementara itu, terkait pengganti sosok Artidjo di MA, lembaga pengawas peradilan itu tak mau banyak ikut campur. Keputusan itu merupakan kewenangan mutlak dari MA.

"Sosok Artidjo dikenal publik karena keberanian dan gebrakannya. KY percaya akan ada hakim agung yang akan bekerja seperti beliau dengan kompetensi dan kualitas sesuai kamar Pidana yang mumpuni, berintegritas baik, dan memiliki rekam jejak putusan progresif yang relatif sama dengan Artidjo," ucap Farid.

Baca: Anas: PK Perjuangan Keadilan Saya

Seperti diketahui, sejumlah terpidana korupsi telah mengajukan PK ke MA. Mereka antara lain; mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, dan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari.

Selain itu, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, mantan anggota DPRD DKI Jakarta M. Sanusi, dan adik Rizal Mallarangeng, Andi Zulkarnain Mallaranggeng.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA