Lima Pejabat Pemprov Jambi Diperiksa

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 18 Apr 2018 11:15 WIB
ott anggota dprd jambi
Lima Pejabat Pemprov Jambi Diperiksa
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--Antara/Reno Esnir

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap lima pejabat pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi. Lima orang ini akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus penerimaan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Jambi yang menjerat Plt Kadis PUPR Jambi Arfan (ARN).

Kelima pejabat itu antara lain Kabid SDA Dinas PUPR periode Agustus 2016-Agustus 2017, Ibnu Jiadi; Kabid SDA Dinas PUPR periode Februari 2017-Agustus 2017, Edi Fernando; Kabid Cipta Karya Dinas PUPR periode Agustus 2016-Februari 2017, Tetap Sinulingga; Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Rudi Tea; dan Kabid Bina Marga Dinas PUPR periode Februari 2017-Agustus 2017, Budi Nurahman.

"Kelimanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 18 April 2018.

Baca: KPK Dalami 'Uang Ketok' Pemprov Jambi

Selain kelima pejabat itu, penyidik juga memanggil dua petinggi perusahaan yakni Direktur Utama PT Maha Rupa Abadi, H Syamsun Yahya, dan Direktur CV Duta Panca Laksana, Indra Marzuki.

"Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama," ujarnya.

Plt Kadis PUPR Jambi Arfan bersama dengan Gubernur Jambi Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi senilai Rp6 miliar. Zumi Zola dan Arfan diduga 'memalak' sejumlah pengusaha dengan dalil izin sejumlah proyek di Pemprov Jambi.

Uang gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek itu disiapkan Zumi Zola sebagai 'uang ketok' agar DPRD Jambi memuluskan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

Atas perbuatannya, Zumi Zola dan Arfan disangkakan Pasal 12 huruf B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(YDH)