Supriyanto Mengaku tak Berniat Bunuh Hunaedi

Dhaifurrakhman Abas    •    Jumat, 13 Apr 2018 06:45 WIB
pembunuhan
Supriyanto Mengaku tak Berniat Bunuh Hunaedi
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Supriyanto, 20, penikam Peltu (purn) Hunaedi, 83, menyesal atas perbuatannya. Supriyanto memperlihatkan raut wajah penuh sesal saat ditanya alasan menghabisi nyawa Hunaedi yang sedang membaca kitab suci.

"Saya enggak ada niat membunuh. Saya enggak niat membunuh," kata Supriyanto di Polres Metro Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Kamis, 12 April 2018.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, Supriyanto berpura-pura menanyakan alamat ke rumah Hunaedi. Supriyanto mengetuk pintu depan rumah Hunaedi.

Mendengar ketukan, Hunaedi membuka pintu sebagian. Saat pintu dibuka, pelaku melihat uang senilai Rp200 ribu di dalam rumah.

Pelaku yang tergiur melihat uang dari celah pintu mencoba merangsek masuk. Hunaedi yang membuka pintu lantas terdorong ke belakang dan terbentur ke tembok.

Pelaku kemudian mencoba menggapai uang yang ada di dalam rumah itu. Namun langkah pelaku mendapat perlawanan yang alot dari Hunaedi. Hunaedi merangkul tangan pelaku.

Namun nahas, pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk tangan Hunaedi. Meski ditusuk, Hunaedi tetap tak mau melepaskan tangan pelaku.

Mendapat perlawanan seperti itu, pelaku lantas menusuk bagian rusuk dan dada hingga Hunaedi terkapar di lantai. Isteri Hunaedi yang saat itu melihat perkelahian antara pelaku dan Hunaedi mencoba berlari menuju pintu depan untuk meminta tolong kepada warga sekitar.

Ketika itu warga kemudian datang beramai-ramai menolong Hunaedi. Namun saat tiba di lokasi, Hunaedi ditemukan tewas bersimbah darah. Sedangkan pelaku berhasil berhasil melarikan diri melalui pintu belakang.



(DRI)