Proyek Jalan di Bengkalis Terindikasi Merugi Rp100 M

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 13 Sep 2018 17:16 WIB
kasus korupsi
Proyek Jalan di Bengkalis Terindikasi Merugi Rp100 M
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus bau amis dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 2013-2015. Kasus itu diduga merugikan negara Rp100 miliar. 

"Sejauh ini perhitungan awal indikasi kerugian negara lebih dari Rp100 miliar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 13 September 2018.

Namun, kata dia, KPK masih menunggu penaksiran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Audit dari BPK bakal digunakan Lembaga Antirasuah untuk melanjutkan pengusutan perkara ini.

"Termasuk pengembangan pada pelaku lain akan lebih memungkinkan dilakukan," ungkap dia. 

Sementara itu, hari ini KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi di kantor Brimob Polda Riau. Saksi berasal unsur swasta dan pejabat terkait diperiksa untuk tersangka Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhamad Nasir.

Baca: Sekda Dumai Ditetapkan Tersangka Korupsi Jalan di Bengkalis

Dalam kasus ini, KPK sudah Muhamad Nasir dan Dirut PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar sebagai tersangka. Keduanya diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara.

Kedua tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(OGI)