150 Ribu Pedemo Diprediksi Padati Monas pada Aksi 2 Desember

Arga sumantri    •    Selasa, 29 Nov 2016 07:49 WIB
unjuk rasa
150 Ribu Pedemo Diprediksi Padati Monas pada Aksi 2 Desember
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri memprediksi ratusan ribu pedemo bakal memadati Lapangan Monas, Jakarta Pusat saat unjuk rasa 2 Desember. Massa yang datang bukan hanya berasal dari Jakarta.

"(Estimasi) sekitar 150 ribu massa," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar usai rapat persiapan pengamanan aksi 2 Desember di Gedung Utama Mapolda Metro Jaya, Senin (28/11/2016) malam.

Jumlah itu, kata Boy, cuma massa yang khusus ikut aksi bertajuk Bela Islam Jilid 3. Massa buruh yang direncanakan juga menggelar aksi unjuk rasa 2 Desember, belum masuk dalam estimasi massa demonstran itu.

"Kami sedang koordinasikan dengan KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia)," ucap Boy.

Sebanyak 22 ribu personel diterjunkan buat mengawal ratusan ribu demonstran yang bakal berkumpul di Monas pada 2 Desember. Aparat bakal disebar di sejumlah titik. Mulai dari pintu masuk, hingga tempat-tempat yang memang disediakan untuk menunjang aksi 2 Desember.

Polisi juga disiagakan diseputaran kawasan Monas. Pengamanan khusus tentu bakal dilakukan di sepuataran Istana Negara. Akses dari dan menuju Monas tak luput dari pengawalan petugas.

Polri berjanji bakal mengedepankan sikap humanis dan preventif dalam mengawal aksi yang disebut bakal berlangsung 'super damai' itu. Polisi juga berharap pedemo mau ikut aturan sesuai komitmen yang telah disepakati.

Aksi 2 Desember sebelumnya direncanakan digelar di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, bergeser lokasi ke Monumen Nasional. Kesepakatan ini diperoleh setelah adanya pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan Polri.

Demonstrasi akan digelar mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Aksi disebut tak bakal berisi orasi seperti unjuk rasa pada umumnya. Aksi justru bakal diisi tausyiah ulama, zikir, serta doa dan salat Jumat bersama.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyambut baik kesepakatan itu. Tito menegaskan, tak ada pihak yang dirugikan dengan menggelar aksi di Monas. Sebab, sesuai kesepakatan, aksi dipastikan tak bakal mengganggu lalu lintas.

"Kami berterima kasih. Ini tidak melanggar hukum. Saya yakin dengan kehadiran saudara-saudara, kita pasti didengar banyak pihak dan dilihat banyak pihak," kata Tito di kantor MUI, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.


(MBM)