Presiden Jokowi Laporkan Barang Gratifikasi dari Perusahaan Minyak Rusia

Cahya Mulyana, Damar Iradat    •    Jumat, 28 Oct 2016 13:38 WIB
gratifikasi
Presiden Jokowi Laporkan Barang Gratifikasi dari Perusahaan Minyak Rusia
Barang hadiah dari perusahaan minyak asal Rusia. Foto: MTVN/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyerahkan barang hadiah dari perusahaan minyak asal Rusia ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perusahaan swasta itu memberikan barang tersebut melalui Pertamina.
 
Kepala Sekretaris Presiden, Darmansjah Djumala mengatakan, dirinya mewakili Presiden Jokowi memberikan barang yang masuk kategori gratifikasi.
 
"Bapak Presiden Jokowi menginstruksikan saya melaporkan hadiah ini kepada Ketua KPK langsung, kepada pak Agus Rahardjo," kata Darmansjah di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2016).
 
Darmansjah menjelaskan, paket hadiah tersebut berisi tiga macam benda bernilai tinggi. Barang dikirim secara bertahap. "Isinya ada lukisan, perangkat penyajian teh, dan plakat," katanya.

 

Lukisan bergambar bukit, lengkap dengan danau berukuran 45x75 cm diberikan tidak lama setelah Jokowi berkunjung ke Rusia.
 
"Beberapa waktu kemudian diberikan tea set, kemudian pelakat (miniatur alat pengolahan minyak). Tiga inilah yang kita laporkan langsung ke pak Agus," terangnya 
 
Ia mengatakan pelaporan ke KPK dalam rangka memenuhi serta taat aturan gratifikasi, sesuai Pasal 30 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK dan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
 
Darmansjah menjelaskan tiga barang yang diterima Jokowi usai kunjungan ke Rusia pada Mei 2016 itu belum bisa ditaksir kisaran harganya. "Saya tidak tahu nilai keseluruhannya, tetapi kelihatannya mahal. Bagus," katanya.
 
Darmansjah tidak mengetahui alasan pemberian tersebut. Menurutnya, pemberian diduga berkaitan dengan kunjungan Jokowi ke Rusia. "Saya tidak bisa menduga, nanti dibilang suudzon. Kita tahu itu dari divisi Pertamina," jelasnya.


 
Sebelumnya, Jokowi telah melaporkan bas bermerek Ibanez dari personel Band Metallica, Robert Trujillo, ke KPK. Bas berwarna cokelat itu diterimanya melalui seorang promotor bernama Jonathan Liu saat Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta.
 
Sampai saat ini, gitar tersebut masih dipajang KPK di ruang tamu, alasannya untuk memberikan contoh kepada seluruh pejabat agar melaporkan setiap pemberian berkaitan dengan jabatannya.
 
Sesuai Pasal 16 Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pasal 12B, UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Tipikor disebut, setiap pejabat atau penyelenggara negara tidak boleh menerima hadiah apapun terkait jabatannya. Pejabat atau penyelenggara negara yang menerima hadiah tersebut, harus melaporkannya kepada KPK.




(FZN)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

2 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA