KPK Telusuri Perantara Suap ke Bupati Klaten Sri Hartini

Intan fauzi    •    Kamis, 12 Jan 2017 02:47 WIB
suap bupati klaten
KPK Telusuri Perantara Suap ke Bupati Klaten Sri Hartini
Bupati Klaten Sri Hartini. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Klaten Sri Suhartini sebagai saksi terkait jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia diperiksa sebagai saksi dari tersangka Suramlan (SUL).

Promosi jabatan dalam pengisian susunan organisasi dan tata kerja organisasi perangkat daerah sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Suramlan merupakan Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. Ia diduga berperan sebagai pemberi suap kepada Sri.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, dari pemeriksaan Sri, penyidik berusaha mengonfirmasi lebih jauh proses aliran dana tersebut.

"Termasuk juga kepada pihak-pihak yang pernah berhubungan atau pihak-pihak yang tentu saja punya peran sebagai perantara," kata Febri di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017).

Febri menjelaskan, KPK mendalami pihak yang menjadi perantara suap antara Sri dan pejabat di Klaten. Pihak perantara ini diduga tak hanya satu orang.

"Perantara yang mengumpulkan orang-orang dan juga uang yang akhirnya berujung pada penyelenggara negara tersangka SHT (Suhartini)," jelas Febri.

Penyidik KPK meyakini sejumlah pihak ikut menerima duit dari pemberi suap. Selain itu, pihak pemberi suap pun beragam dengan memberikan sejumlah uang yang bervariasi.

"Karena kita juga menemukan uang Rp2 miliar pada saat OTT dan dua hari kemudian kita temukan lagi saat penggeledahan dua hari setelah itu Rp3,2 miliar. Indikasinya kuat itu tidak hanya berasal dari satu atau dua tiga orang saja," jelas Febri.

Lembaga antikorupsi sebelumnya telah memeriksa puluhan saksi dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkab Klaten ini. Pemeriksaan itu dilakukan secara maraton sejak 1 Januari hingga 2 Januari 2017.

Bupati Klaten Sri Hartini dibekuk pada Jumat, 30 Desember 2016. Bupati Klaten periode 2016-2021 itu diduga menerima suap terkait mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Klaten. Kepala Seksi (Kasi) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Klaten Suramlan juga dicokok karena diduga menyuap Sri.

Tim Satuan Tugas KPK mengantongi alat bukti berupa uang senilai Rp2 miliar dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan ke dalam dua kardus air kemasan. KPK juga mengamankan fulus USD5.700 dan SGD2.035.

Sri yang merupakan kader PDI Perjuangan ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Dia dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Suramlan dijerat sebagai pemberi suap. Dia disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(DRI)