Polri: Jangan Main-main dengan Simbol Negara

Meilikhah    •    Senin, 02 Jan 2017 15:25 WIB
media sosialuang baru
Polri: Jangan Main-main dengan Simbol Negara
Petugas Bank Indonesia mensosialisasikan uang rupiah baru kepada masyarakat -- ANT/Wira Suryantala

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyebar isu uang rupiah emisi 2016 dicetak oleh PT Pura Barutama melalui Facebook diduga hanya main-main dan iseng. Polisi memastikan penyebar isu dapat dikenai pidana.

"Semua harus ada pertanggungjawaban secara hukum," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Agung Setya, Senin (2/1/2017).

Agung mengatakan, adanya kasus tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran agar siapa pun tidak mempermainkan simbol negara. Apalagi, melecehkan dan menyebarkan isu-isu yang tidak benar.

"Uang itu simbol negara, jadi jangan main-main sama simbol negara. Hal main-main harus dipertanggungjawabkan sama hukum," jelas Agung.

Menurut Agung, saat ini pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi. Penyidik juga sudah bergerak mencari penyebar isu.

(Baca: Penyebar Info Rupiah Dicetak Swasta Diburu)

Sebelumnya, beredar berita bohong atau hoax di media sosial terkait pencetakan uang baru yang dilakukan PT Pura Barutama. Menanggapi itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa pencetakan uang tahun emisi 2016 dilakukan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

BI kemudian melaporkan akun media sosial yang pertama kali mengunggah berita hoax terkait pencetakan uang yang dilakukan oleh PT Pura Barutama ke Bareskrim Polri.

(Baca: BI Kembali Tegaskan Semua Uang Dicetak di Peruri)


(NIN)