Mantan Dirut Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp16,04 Miliar

Damar Iradat    •    Rabu, 05 Dec 2018 13:49 WIB
kasus korupsijasindo
Mantan Dirut Jasindo Didakwa Rugikan Negara Rp16,04 Miliar
Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (PT Asuransi Jasindo) Budi Tjahjono saat di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (PT Asuransi Jasindo) Budi Tjahjono didakwa merugikan negara hingga Rp8,46 miliar dan Rp7,58 miliar atau total Rp16,04 miliar. Hal tersebut berdasarkan hasil laporan hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 17 November 2017.
 
"Terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara," kata jaksa Luki Dwi Nugroho saat membacakan surat dakwaan terhadap Budi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Desember 2018.
 
Dalam surat dakwaan, perbuatan Budi tersebut dilakukan bersama-sama dengan orang kepercayaan mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, Kiagus Emil Fahmy Cornain dan mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasindo Sholihah. Ketiganya diduga mengambil keuntungan pribadi baik secara langsung maupun tidak langsung dari pengambilan keputusan dan kegiatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Menurut jaksa, masih dalam surat dakwaan, Budi diduga merekayasa kegiatan agen dan pembayaran komisi yang diberikan kepada agen PT Asuransi Jasindo seolah-olah sebagai imbalan jasa kegiatan agen atas penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tahun 2010 hingga 2012 dan tahun 2012 hingga 2014. Padahal, penutupan tersebut tidak menggunakan jasa PT Asuransi Jasindo.

Baca: Penahanan Eks Dirut Jasindo Diperpanjang

Jaksa membeberkan, dalam perkara ini, Budi memperkaya diri sendiri sebesar Rp3 miliar dan USD662.891. Selain itu, perbuatannya juga memperkaya Kiagus Emil Fahmy Cornain sejumlah Rp1,33 miliar, Wibowo Suseno Wirjawan sejumlah USD100 ribu, dan Sholihah sebesar USD198.381.
 
Perkara ini bermula dari BP Migas yang berganti nama menjadi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai pembina KKKS melakukan pengadaan jasa penutupan asuransi untuk melindungi aset dan proyek BP Migas. Jasindo merupakan salah satu perusahaan yang melakukan penutupan.
 
Jasindo kemudian menjadi leader konsorsium, karena sebelumnya Jasindo hanya berstatus sebagai co-leader konsorsium dalam penutupan asuransi proyek dan aset BP Migas. Dengan menjadi leader konsorsium, Jasindo mendapatkan laba dan keuntungan premi yang lebih besar.
 
Budi didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA