Irman Menilai Putusan Hakim Tipikor Keliru

Damar Iradat    •    Rabu, 10 Oct 2018 12:51 WIB
irman gusman ditangkap
Irman Menilai Putusan Hakim Tipikor Keliru
Sidang PK Irman Gusman - Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Mantan Ketua DPD Irman Gusman menyebut ada kekeliruan dalam putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Karena itu, terpidana kasus suap pengadaan gula Bulog di Sumatera Barat itu mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Irman menyebut ia dituduh  memperdagangkan pengaruh. Namun, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak ada aturan soal memperdagangkan pengaruh.

"Selain itu ada bukti lain bagian dari PK. Menurut saya kekeliruan ini bisa diperbaiki, sehingga saya tidak menjalani sisa hukuman," kata Irman usai sidang perdana pembacaan PK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Oktober 2018.

Irman menegaskan uang Rp100 juta yang ia terima dari pasangan suami istri, Xaveriandy Susanto dan Memi tidak berkaitan dengan jabatannya sebagai Ketua DPD saat itu. Ia beralasan, saat itu ia hanya menindaklanjuti aspirasi masyarakat Sumbar menjelang Idulfitri yang mengalami kelangkaan gula.

(Baca juga: Irman Mengakui Minta Jatah Rp300/Kg Gula Impor)

"Saya tahu persis, karena latar belakang saya jauh sebelumnya pengusaha tapi melalui prosedur Bulog. Jadi, tidak ada yang dirugikan, masyarakat Sumbar," tutur dia.  

Irman mengajukan permohonan PK ke MA. Dalam materi PK, Irman mencantumkan tiga barang bukti baru atau novum. 

Ia sebelumnya dihukum 4,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta dengan subsider tiga bulan kurungan. Ia juga dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama tiga tahun. 





(REN)